Rupiah Melemah, Cek Kurs Dolar AS BCA, BRI, Mandiri & BNI Hari Ini (1/10/2025)

Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 1 Oktober 2025, mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah dibuka melemah sebesar 0,06% atau 10 poin, bergerak di kisaran Rp16.675 per dolar AS. Pergerakan ini sejalan dengan penguatan indeks dolar AS yang naik 0,06% ke level 97,83, sebagaimana tercatat pada data Bloomberg.

Kondisi Rupiah dan Faktor Pengaruh

Pengamat forex Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif selama perdagangan hari ini dengan kecenderungan melemah dalam rentang Rp16.660 hingga Rp16.710 per dolar AS. Ibrahim menghubungkan pelemahan rupiah dengan situasi politik dan ekonomi global yang sedang mengalami tekanan. Salah satu faktor eksternal utama adalah risiko penutupan pemerintah AS (government shutdown) yang mulai berlaku sejak Rabu malam pukul 00.00 waktu setempat. Pemerintahan federal AS yang dipimpin Donald Trump harus berhenti beroperasi setelah Kongres gagal meloloskan rancangan undang-undang pendanaan sementara.

"Penutupan pemerintah diperkirakan menghambat aktivitas ekonomi di AS dan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonominya," ungkap Ibrahim. Hal ini juga dapat menunda pengumuman data penggajian nonpertanian (non-farm payroll) untuk September 2025, yang biasanya memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan dolar AS.

Selain tekanan eksternal, faktor domestik juga berkontribusi pada kondisi rupiah. Asian Development Bank (ADB) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 menjadi 4,9% dari sebelumnya 5%. Penyebabnya adalah ketidakpastian perdagangan global dan tingginya tarif resiprokal yang diterapkan AS terhadap negara-negara berkembang di Asia-Pasifik. Untuk 2026, ADB juga menurunkan proyeksi pertumbuhan menjadi 5%, sementara inflasi diperkirakan melandai dari 2% menjadi 1,7% pada 2025 dan tetap 2% pada 2026.

Kurs Dolar AS di Bank-Bank Besar Hari Ini

Sebagai acuan transaksi valuta asing, berikut adalah kurs beli dan jual dolar AS di beberapa bank besar Indonesia per Rabu, 1 Oktober 2025:

  1. Bank Central Asia (BCA)

    • E-rate: Beli Rp16.677 / Jual Rp16.697 (10.02 WIB)
    • TT counter: Beli Rp16.515 / Jual Rp16.815 (08.03 WIB)
    • Bank notes: Beli Rp16.515 / Jual Rp16.815 (08.07 WIB)
  2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

    • E-rate: Beli Rp16.666 / Jual Rp16.693 (10.04 WIB)
    • TT counter: Beli Rp16.580 / Jual Rp16.780
  3. Bank Mandiri

    • Special rate: Beli Rp16.660 / Jual Rp16.690 (09.08 WIB)
    • TT counter: Beli Rp16.525 / Jual Rp16.825 (09.58 WIB)
    • Bank notes: Beli Rp16.525 / Jual Rp16.825
  4. Bank Negara Indonesia (BNI)
    • Special rates: Beli Rp16.671 / Jual Rp16.706 (10.05 WIB)
    • TT counter: Beli Rp16.555 / Jual Rp16.805
    • Bank notes: Beli Rp16.555 / Jual Rp16.805

Pergerakan Mata Uang Asia

Selain rupiah, mata uang utama Asia menunjukkan variasi pergerakan pada pembukaan perdagangan hari ini. Yen Jepang mengalami kontraksi sebesar 0,03%, sedangkan won Korea Selatan turun lebih tajam sebesar 0,15%. Di sisi lain, mata uang baht Thailand dan yuan China masing-masing menguat tipis yakni 0,02% dan 0,01%.

Tekanan eksternal terhadap rupiah juga dipengaruhi oleh perkembangan global yang sedang dinamis. Risiko penutupan pemerintah AS menjadi fokus pasar, karena berdampak luas pada sentimen risiko dan perdagangan internasional. Kondisi politik di dalam negeri serta revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional turut memperketat ruang gerak rupiah terhadap dolar AS.

Para pelaku pasar disarankan untuk memantau berita dan perkembangan ekonomi global, termasuk kebijakan dan negosiasi di AS terkait funding pemerintah, yang bisa berimbas pada volatilitas nilai tukar rupiah dalam pekan ini. Selain itu, pengumuman data ekonomi penting di dalam dan luar negeri juga patut diantisipasi agar strategi transaksi valas dan lindung nilai (hedging) dapat dijalankan secara optimal.

Src: https://finansial.bisnis.com/read/20251001/90/1916365/rupiah-melemah-cek-kurs-dolar-as-bca-bri-mandiri-dan-bni-hari-ini-1102025/All

Berita Terkait

Back to top button