Lindungi Sistem Pangan Digital, Kementan dan BSSN Jalin Kolaborasi Strategis

Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah strategis dalam memperkuat keamanan sistem pangan digital dengan menjalin kerja sama erat bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Inisiatif ini bertujuan untuk melindungi data, komunikasi, dan proses digital di sektor pertanian agar tetap aman dari ancaman siber, sekaligus mendukung visi kedaulatan dan kemandirian pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pangan merupakan tumpuan utama ketahanan dan stabilitas negara. Oleh karena itu, perlindungan terhadap sistem digital pertanian menjadi sangat krusial. "Sistem siber kita harus kuat dan aman agar kinerja Kementan dapat terus optimal. Pangan itu vital, kalau pangan bermasalah, negara pun bermasalah," ujar Amran saat penandatanganan nota kerja sama dengan BSSN di Jakarta, Kamis (9/10).

Kerja sama ini tidak hanya sebagai bentuk koordinasi teknis antarinstansi, melainkan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berdaulat dalam bidang pangan. Amran menegaskan, kolaborasi ini sekaligus menjadi pondasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Ruang Lingkup Kerja Sama

Dalam kerja sama tersebut, Kementan dan BSSN berkomitmen menguatkan berbagai aspek pengamanan digital pertanian yang meliputi:

  1. Perlindungan informasi dan transaksi elektronik di sektor pangan.
  2. Pengamanan teknologi komunikasi yang digunakan oleh petani dan pejabat Kementan.
  3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber dan sandi.
  4. Pengembangan literasi keamanan siber bagi seluruh pemangku kepentingan sektor pangan.
  5. Membangun sistem komunikasi yang memungkinkan keterhubungan langsung antara petani di seluruh Indonesia dengan pusat data Kementan di Jakarta.

Amran menambahkan, dengan dukungan BSSN, Kementan berencana melayani komunikasi online secara simultan kepada 1 juta petani di seluruh tanah air. Ini akan meningkatkan efisiensi komunikasi sekaligus menjaga keamanan data pribadi petani dan sistem internal Kementan.

Ketahanan Siber sebagai Pilar Stabilitas Nasional

Mentan Amran juga mengingatkan bahwa ketahanan pangan erat kaitannya dengan stabilitas nasional. Indonesia saat ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tetapi juga berkontribusi secara internasional, seperti memberikan bantuan pangan kepada negara-negara yang membutuhkan seperti Palestina.

“Tanpa pangan, sebuah negara tidak dapat bertahan. Oleh karenanya, menjaga data dan sistem pertanian sangat vital. Kolaborasi ini membawa kita menuju sistem pangan yang tangguh dan berdaulat,” jelas Amran.

Peranan BSSN dalam Mendukung Keamanan Digital Kementan

Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo, menyampaikan bahwa kunjungan dan kerja sama ini merupakan bukti dukungan BSSN secara berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem keamanan siber di Kementan. Menurut Nugroho, ada tiga pilar utama yang menjadi fokus penguatan, yaitu sumber daya manusia, tata kelola, dan teknologi.

Ia menekankan bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan kolaborasi antar lembaga, tidak bisa dilakukan secara terpisah. "Kami menghargai kemitraan ini karena Indeks Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kementan sudah mendapat predikat memuaskan, menandakan pengelolaan sistem elektronik di Kementan telah berada pada level yang baik," ujarnya.

Nugroho menambahkan, pencapaian tersebut merupakan indikasi komitmen Kementan dalam membangun tata kelola digital yang sehat dan transparan. BSSN berkomitmen untuk terus mendukung Kementan dalam menjalankan tugas strategisnya dengan sistem digital yang kuat, aman, dan terpercaya.

Menjawab Tantangan Era Digital dalam Pertanian

Seiring dengan transformasi digital yang semakin meluas di sektor pertanian, perlindungan siber menjadi kebutuhan mendesak. Sistem digital pertanian tidak hanya memudahkan pengelolaan data dan komunikasi, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan transparansi dalam ekosistem pangan. Ancaman siber yang terus berkembang menuntut perlindungan yang komprehensif agar tidak mengganggu ketahanan pangan nasional.

Penguatan keamanan digital melalui kolaborasi antara Kementan dan BSSN menjadi langkah nyata Indonesia dalam memitigasi risiko serangan siber yang dapat mengacaukan sistem pangan. Hal ini sekaligus menyiapkan sektor pangan nasional untuk menghadapi tantangan global sekaligus mengoptimalkan potensi Indonesia sebagai kekuatan pangan dunia.

Dengan sinergi yang kuat antara Kementerian Pertanian dan Badan Siber dan Sandi Negara, upaya menjaga integritas data sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan pangan digital diharapkan semakin optimal. Kerja sama tersebut memberikan landasan yang solid bagi pembangunan sistem pangan yang lebih berdaulat, aman, dan adaptif dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Source: mediaindonesia.com

Exit mobile version