Jaga Eksistensi dan Pertumbuhan, Industri Pergadaian RI Mendesak Transformasi Digital

Industri pergadaian di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif dan relevan di tengah kebutuhan masyarakat. Namun, menghadapi perkembangan era digital, sektor ini kini membutuhkan transformasi digital yang strategis agar tetap eksis dan berkembang dalam persaingan yang semakin ketat.

Ketua Umum Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI), Damar Latri Setiawan, menegaskan bahwa model usaha pergadaian sangat dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, tren pertumbuhan industri ini hingga Mei 2025 mencatat sejumlah capaian penting. “Jumlah perusahaan tumbuh 12 persen, total aset meningkat 23 persen, pendapatan naik 37,5 persen, dan hasil usaha bertambah 9 persen,” jelas Damar saat peluncuran Roadmap Penguatan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta.

Kebutuhan Transformasi Digital dalam Industri Pergadaian

Damar menggarisbawahi bahwa meskipun pertumbuhan bisnis pergadaian menunjukkan angka yang positif, transformasi digital menjadi keharusan untuk menjaga eksistensi dan pertumbuhan ke depan. Perkembangan pesat di sektor digital membuka peluang besar bagi industri pergadaian untuk menjangkau lebih banyak kalangan, khususnya generasi milenial dan Generasi Z yang sangat memahami teknologi dan menginginkan layanan yang cepat serta praktis.

“Generasi muda seperti Gen Z dan milenial menginginkan layanan yang seamless tanpa hambatan,” ujar Damar. Sejalan dengan itu, beberapa anggota industri pergadaian telah meluncurkan aplikasi digital terbaru untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan kemudahan akses layanan gadai.

Data dari industri mencatat bahwa sampai tahun 2025, pembiayaan yang dilakukan melalui platform digital telah mencapai jumlah emas fisik 22,7 ton dengan sekitar 4 juta nasabah aktif pengguna layanan digital tersebut. Ini adalah bukti nyata bahwa digitalisasi memberi kontribusi positif untuk kemajuan sektor pergadaian.

Upaya Regulasi dan Roadmap Penguatan Pergadaian

Dalam rangka mendukung percepatan dan penguatan transformasi digital, OJK meluncurkan roadmap penguatan pergadaian periode 2025-2030. Roadmap ini akan menjadi panduan strategis bagi pelaku industri dalam menjalankan rencana peningkatan kapasitas layanan, modernisasi infrastruktur, dan penguatan tata kelola usaha pergadaian.

Damar mengapresiasi langkah OJK ini dan meyakini bahwa roadmap tersebut menjadi pijakan penting untuk memposisikan industri pergadaian setara dengan sektor jasa keuangan lain di Indonesia. Selama ini, menurutnya, industri belum memiliki panduan yang mendetail sebagai arah dan tujuan pengembangan bersama.

“Kami di asosiasi membuka ruang dialog dan diskusi dengan seluruh anggota agar implementasi roadmap dapat berjalan efektif dan sesuai dengan harapan bersama,” katanya. Dialog tersebut diharapkan dapat memitigasi tantangan dan mengoptimalkan potensi inovasi dalam industri.

Menghadapi Tantangan Pergadaian Ilegal

Selain peluang dan strategi transformasi digital, pengawasan terhadap praktik pergadaian ilegal juga menjadi perhatian. Bos OJK, Mahendra, mengungkap keprihatinannya atas adanya kantor gadai ilegal yang berlokasi dekat kantor OJK. Kondisi ini menuntut penguatan regulasi dan pengawasan sektor agar perlindungan konsumen lebih terjamin dan industri resmi dapat tumbuh sehat.

Dalam konteks ini, penguatan aplikasi digital dan integrasi teknologi juga berperan sebagai alat untuk meningkatkan transparansi dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh layanan pergadaian yang sesuai aturan.

Langkah Industri Menyongsong Masa Depan

Industri pergadaian nasional berada di titik penting menuju modernisasi. Langkah-langkah strategis seperti penggunaan aplikasi digital terbaru, dukungan regulasi yang kuat, dan roadmap yang dirancang OJK akan membantu pelaku industri memperkuat eksistensi dan ekspansi.

Penggunaan teknologi yang tepat juga membuka akses lebih luas tidak hanya bagi masyarakat tradisional tapi juga generasi muda yang menginginkan layanan cepat dan mudah. Bisa dikatakan transformasi digital menjadi kunci utama agar industri pergadaian Indonesia tetap relevan sekaligus mampu beradaptasi di tengah ekosistem finansial yang terus berubah.

Secara keseluruhan, kombinasi pertumbuhan berbasis digital dan penguatan aturan akan meletakkan fondasi yang lebih kokoh bagi masa depan pergadaian di Indonesia, menghadirkan pilihan keuangan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Source: www.viva.co.id

Terkait