Jika Ekonomi RI Tembus 7%, Airlangga Pede Danantara Bakal ‘Terbang’

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis perekonomian Indonesia akan menunjukkan performa yang sangat menggembirakan apabila pertumbuhan ekonomi nasional bisa menembus angka 7 persen. Hal ini disampaikan Airlangga saat hadir dalam acara bertajuk ‘1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Optimism on 8% Economic Growth’ yang digelar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025.

Airlangga Yakin Danantara Indonesia Akan ‘Terbang’ di Masa Pertumbuhan 6-7 Persen

Airlangga menegaskan bahwa peran Danantara Indonesia sangat strategis dalam mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi hingga target ambisius 8 persen dapat diraih. Menurutnya, dengan pertumbuhan ekonomi yang menyentuh kisaran 6 hingga 7 persen, perusahaan Danantara Indonesia tidak lagi akan berada di landasan, melainkan sudah mulai ‘terbang’ atau tumbuh secara signifikan. “Kita harus tumbuh 6-7 persen, dan kita berharap di tahun tersebut Danantara sudah tidak di landasan lagi, tapi sudah mulai terbang. Nah ini menjadi kunci,” ujarnya.

Pandangan ini sekaligus mencerminkan kepercayaan tinggi pemerintah terhadap efek penguatan sektor-sektor strategis yang dikelola Danantara sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Pencapaian tersebut juga diharapkan bisa membuka jalan bagi lonjakan lebih besar sampai target 8 persen yang ditetapkan dalam periode pemerintahan saat ini.

Target Pertumbuhan dan Strategi Pemerintah

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 5,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan target tahun 2025 yang berada di angka 5,2 persen. Airlangga optimis bahwa beberapa faktor kunci, terutama investasi dan perdagangan ekspor-impor, akan menjadi pendorong utama percepatan pertumbuhan tersebut. Salah satu strategi pemerintah adalah pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang secara agresif didorong dalam beberapa tahun terakhir.

Airlangga mencontohkan keberhasilan ekspor nikel sebagai salah satu ‘success story’ nasional. Nilai ekspor produk nikel yang pada 2016 hanya sebesar US$4 miliar, meningkat drastis mencapai US$30 miliar pada tahun lalu. Peningkatan ekspor ini menjadi bagian penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi serta mendorong iklim investasi yang lebih kondusif.

Program-program Pendukung Perekonomian Desa dan Ekosistem Baru

Selain investasi dan ekspor, pemerintah juga telah meluncurkan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan di tingkat akar rumput, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP). Airlangga menjelaskan bahwa alokasi anggaran untuk desa yang selama ini hanya sekitar Rp1 miliar dalam satu dekade ke belakang, kemudian meningkat empat kali lipat menjadi sekitar Rp4 miliar melalui koperasi merah putih.

“Dengan uang yang beredar baik dari koperasi merah putih dan MBG, hal itu akan menimbulkan ekosistem baru termasuk para vendor di sektor tersebut,” jelasnya. Inisiatif ini dipandang sebagai upaya memperkuat ekonomi di desa-desa, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Dorongan Ekonomi Digital dan Sistem Pembayaran QRIS

Dalam upaya menciptakan ekosistem ekonomi yang modern dan terintegrasi, Airlangga juga menyoroti perkembangan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sudah dipakai hingga mancanegara. Ia optimis implementasi QRIS akan terus berkembang, sebagai bagian dari ekonomi digital Indonesia yang tidak takut dengan tarif dan mampu bersaing di kancah internasional.

Penerapan teknologi digital dan inovasi dalam pembayaran elektronik seperti QRIS diharapkan dapat mempercepat transaksi bisnis, memperlebar pangsa pasar, dan menambah efisiensi dalam distribusi ekonomi, yang akhirnya mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Percepatan Pertumbuhan Menuju 8 Persen

Kombinasi dari berbagai upaya strategis ini, mulai dari optimalisasi peran Danantara Indonesia, peningkatan investasi dan ekspor, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, serta program pemberdayaan desa dan ekonomi digital, menunjukkan sinergi yang diharapkan mampu membawa ekonomi Indonesia melesat hingga pertumbuhan 7 persen sekaligus menyiapkan landasan kuat untuk mencapai target 8 persen.

Dengan dorongan yang makin solid dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, ada kepercayaan bahwa Indonesia siap mengambil momentum pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan merata dalam beberapa tahun ke depan. Kunci utamanya adalah implementasi kebijakan yang tepat serta penguatan sinergi sektor riil dan digital, yang akan membawa corak baru pertumbuhan nasional dan membuka era baru kemajuan ekonomi bagi masyarakat luas.

Source: www.viva.co.id

Terkait