Arsitektur kini memegang peranan penting dalam mendorong bisnis berkelanjutan dengan menghadirkan desain yang tidak hanya estetis, tetapi juga ramah lingkungan dan efisien secara operasional. Tren ini terlihat jelas melalui ajang Onduline Green Roof Award (OGRA) 2025 yang digelar oleh PT Onduline Indonesia bekerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta dalam rangkaian Jakarta Architecture Festival (JAF) 2025. Kompetisi ini mengusung tema “Expressive Roofing: Beyond Shelter Towards Identity”, menegaskan bahwa desain arsitektur bisa menjadi strategi bisnis yang membawa nilai tambah dari sisi keberlanjutan dan tanggung jawab sosial.
Arsitektur sebagai Strategi Bisnis Berkelanjutan
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2013, OGRA telah menjadi sarana mendorong inovasi desain yang berorientasi pada solusi hijau. Esther Pane, Country Director PT Onduline Indonesia, menekankan bahwa profesi arsitek tidak hanya sebatas menciptakan karya indah, tetapi juga harus bertanggung jawab terhadap aspek lingkungan dan sosial. "Keberlanjutan saat ini bukan hanya isu moral, melainkan strategi bisnis esensial yang menentukan daya saing jangka panjang," ujarnya pada acara OGRA 2025.
Dalam konteks ini, arsitektur berfungsi sebagai medium untuk mengintegrasikan visi perusahaan dalam mengelola efisiensi energi, menggunakan material ramah lingkungan, dan menciptakan ruang yang sehat dan inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Pendekatan ini membantu perusahaan memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin peduli terhadap dampak lingkungan serta memastikan keberlangsungan bisnis di masa mendatang.
Kolaborasi Lintas Sektor dalam Mendorong Inovasi
Kerja sama antara PT Onduline Indonesia dan IAI Jakarta menegaskan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam percepatan transisi menuju ekonomi hijau. Teguh Aryanto, Ketua IAI Jakarta, menyatakan bahwa kompetisi seperti OGRA memberikan ruang bagi arsitek untuk mengekspresikan gagasan inovatif dan berkelanjutan yang sulit diterapkan dalam proyek komersial biasa.
Menurut Teguh, keberlanjutan tidak hanya terbatas pada penggunaan bahan dan optimalisasi energi, tetapi juga mencakup aspek inklusivitas dalam desain agar dapat dinikmati oleh semua kalangan. Ia mengingatkan pentingnya kesadaran lintas generasi agar sumber daya alam tidak habis terpakai dan menjadi beban bagi masa depan. "Kita harus memastikan bahwa anak cucu kita tidak mengkritik generasi saat ini akibat ketidaksiapan menghadapi isu keberlanjutan," tegas Teguh.
Atap sebagai Elemen Ekspresif dan Fungsional
OGRA 2025 fokus pada konsep atap sebagai elemen arsitektur yang lebih dari sekadar pelindung bangunan. Almodani, Chairman OGRA 2025, mengungkapkan bahwa desain atap menjadi medium ekspresif yang menghubungkan fungsi, estetika, dan kesadaran lingkungan. Berbagai karya peserta memperlihatkan inovasi dalam sistem pencahayaan alami dan ventilasi pasif, yang berkontribusi mengurangi konsumsi energi sekaligus memberikan nilai artistik pada bangunan.
Menurut Almodani, setiap karya mencerminkan semangat untuk menjadikan atap sebuah elemen hidup yang berkarakter dan berkelanjutan, sekaligus menjadi warisan yang berdampak jangka panjang.
Menjawab Tantangan Bisnis Modern
Arsitektur yang berkelanjutan kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis modern. Selain mendukung efisiensi biaya operasional, desain yang bertanggung jawab lingkungan juga memperkuat citra merek perusahaan dan memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin kritis terhadap isu lingkungan dan sosial.
Melalui OGRA 2025, PT Onduline Indonesia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi desain hijau yang terintegrasi. Esther Pane menyatakan, "OGRA 2025 merupakan simbol bagaimana arsitektur Indonesia terus berkembang dengan keseimbangan antara ekspresi desain dan kepedulian lingkungan."
Di era di mana prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) menjadi fokus utama dunia usaha, arsitektur berperan sebagai wajah dari komitmen tersebut. Kompetisi dan inisiatif seperti OGRA membuktikan bahwa bisnis dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan, membangun ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga berkontribusi pada masa depan yang lebih baik secara ekologis dan sosial.
Source: www.medcom.id






