Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat kenaikan signifikan pada sesi I perdagangan hari Senin, 20 Oktober 2025. Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini melonjak sebesar 6,33 persen atau naik 475 poin ke level Rp 7.975 per lembar saham. Lonjakan tersebut melanjutkan tren positif yang berkembang sejak perdagangan Jumat, ketika harga saham BBCA menguat 2,74 persen ke posisi Rp 7.500 meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melemah 2,57 persen ke 7.915.
Investor Asing Borong Saham BBCA Secara Agresif
Pada perdagangan terakhir pekan lalu, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham BBCA dengan nilai mencapai Rp 242,23 miliar. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di antara saham-saham blue chip lainnya di Bursa Efek Indonesia. Aktivitas pembelian dari investor asing ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga saham BBCA.
Investor tampaknya memberikan sinyal kuat terhadap performa dan prospek jangka panjang PT Bank Central Asia Tbk, terutama di tengah perkembangan kondisi ekonomi domestik yang relatif stabil. Kepercayaan pasar juga didukung oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter yang dapat menggenjot aktivitas kredit perbankan, sehingga berdampak positif pada sektor keuangan.
Rekomendasi dan Target Harga Saham BBCA
Mandiri Sekuritas melalui riset teknikalnya memberikan rekomendasi ‘buy’ untuk saham BBCA dalam perdagangan harian. Analis dari Mandiri Sekuritas menetapkan target harga pada level Rp 7.700 dengan support di Rp 7.425. Namun demikian, harga saham BBCA saat sesi I Senin sudah melampaui target tersebut, menunjukkan momentum yang kuat dan minat beli yang tinggi di pasar.
Kinerja positif saham BBCA juga didukung oleh laporan keuangan terbaru. Pada semester I tahun 2025, BBCA berhasil mencetak laba sebesar Rp 29 triliun, menegaskan posisi bank ini sebagai salah satu institusi keuangan paling solid di Indonesia. Laba yang besar ini memperkuat optimisme investor terhadap kemampuan BBCA menjaga pertumbuhan profitabilitas di tengah tantangan ekonomi global dan domestik.
Optimisme Terhadap Prospek Perbankan dan Ekonomi Domestik
Analis pasar modal menilai bahwa lonjakan saham BBCA menjadi cerminan sentimen positif dari para pelaku pasar terhadap prospek sektor perbankan secara keseluruhan. Sinyal stabilitas ekonomi Indonesia yang mulai terpantau serta peluang pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Indonesia memberikan dukungan tambahan bagi pemulihan kinerja perbankan.
Selain itu, kekuatan brand dan pangsa pasar BBCA yang luas, didukung inovasi digital dan layanan perbankan yang terus berkembang, semakin meyakinkan investor untuk menempatkan modalnya di saham ini. Kinerja saham BBCA juga menjadi barometer umum dalam perdagangan saham-saham unggulan lainnya di Bursa Efek Indonesia.
Data Pergerakan Saham BBCA Sepekan Terakhir
-
Jumat, 17 Oktober 2025
- Harga penutupan: Rp 7.500
- Kenaikan: 2,74%
- Net buy oleh investor asing: Rp 242,23 miliar
- Senin, 20 Oktober 2025 (sesi I)
- Harga saham: Rp 7.975
- Kenaikan: 6,33% (475 poin)
Tren positif saham BBCA yang terjadi bertepatan dengan penurunan IHSG pada Jumat pekan lalu memperlihatkan bahwa BBCA mampu menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan mayoritas saham lainnya.
Dengan dukungan fundamental yang kuat dan sentimen investor yang membaik, saham BBCA berpotensi mempertahankan atau bahkan melanjutkan penguatan pada sesi perdagangan selanjutnya. Para pelaku pasar dianjurkan tetap memantau dinamika harga dan volume perdagangan agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat dalam menghadapi volatilitas pasar modal.
Src: https://www.beritasatu.com/ekonomi/2932953/saham-bbca-diborong-investor-harga-melonjak-633-persen?page=all
