Laba Bersih Unit Syariah Permata (BNLI) Capai Rp748,01 Miliar hingga Sept 2025

Shopee Flash Sale

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Permata Tbk. (BNLI) mencatatkan laba bersih yang signifikan sampai dengan September 2025. Laba bersih tahun berjalan UUS Permata Bank mencapai Rp748,01 miliar, melonjak 215,52% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp237,07 miliar. Kinerja ini menunjukkan peningkatan yang sangat positif di tengah kondisi pasar yang dinamis.

Pendapatan dan Efisiensi Operasional

Pada kuartal III/2025, pendapatan setelah distribusi bagi hasil UUS Permata Bank mencapai Rp940,30 miliar atau naik 9,44% dari Rp859,15 miliar pada kuartal III/2024. Pendapatan yang meningkat ini disertai dengan efisiensi biaya yang terlihat dari penurunan signifikan beban operasional lainnya sebesar 69,03% menjadi Rp193,12 miliar, sementara tahun sebelumnya mencapai Rp623,59 miliar. Penurunan beban ini sebagian besar dipengaruhi oleh pemulihan kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) sebesar Rp140,69 miliar.

Selain itu, beban tenaga kerja juga tercatat menurun tipis 2,69% menjadi Rp241,09 miliar, dibandingkan dengan Rp247,76 miliar pada periode yang sama 2024. Efisiensi ini membantu meningkatkan laba operasional yang melonjak 215,52% menjadi Rp748,01 miliar, naik dari Rp235,55 miliar pada kuartal III/2024.

Kinerja Intermediasi dan Pendanaan

Dari sisi intermediasi, UUS Permata Bank mencatat pembiayaan sebesar Rp22,05 triliun, sedikit menurun 1,44% dibandingkan Rp22,37 triliun pada akhir September 2024. Penurunan ini diimbangi oleh pengelolaan pendanaan yang adaptif. Simpanan nasabah tercatat sebesar Rp26,94 triliun, turun 12,17% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,68 triliun.

Rincian simpanan menunjukkan tren yang bervariasi; dana simpanan wadiah tumbuh 3,85% menjadi Rp2,92 triliun, sedangkan dana investasi non profit sharing menyusut 13,80% menjadi Rp24,01 triliun. Kondisi ini mendorong rasio CASA (Current Account Saving Account) unit syariah Permata Bank meningkat ke angka 66,1%, berada di atas rata-rata industri perbankan syariah nasional.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menegaskan bahwa peningkatan rasio CASA tersebut merupakan hasil dari fokus perseroan dalam menumbuhkan dana pihak ketiga, khususnya melalui pendanaan murah yang stabil. “Kami terus mengembangkan jaringan komunitas syariah untuk memperkuat pendanaan dan memperbesar pangsa pasar di industri perbankan syariah Indonesia,” jelas Meliza dalam keterangannya pada akhir Oktober 2025.

Kualitas Pembiayaan yang Membaik

Bank Permata juga mencatat perbaikan kualitas pembiayaan. Non Performing Financing (NPF) gross pada kuartal III/2025 turun menjadi 1,32% dari 1,44% pada periode sama tahun sebelumnya. NPF net juga menurun dari 0,73% menjadi 0,59%, mencerminkan pengelolaan risiko yang semakin baik dan portofolio pembiayaan yang lebih sehat.

Profil pembiayaan yang stabil dengan risiko kredit terjaga ini menjadi faktor pendukung utama pertumbuhan laba dan daya saing UUS Permata Bank dalam sektor perbankan syariah di Indonesia.

Tantangan dan Strategi ke Depan

Meski mengalami penurunan pada beberapa komponen pendanaan dan pembiayaan, UUS Bank Permata menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi melalui peningkatan efisiensi dan pengelolaan dana yang hati-hati. Dengan memperkuat dana murah dan memperluas jaringan komunitas syariah, bank optimistis akan terus meningkatkan likuiditas dan pendapatan di tahun-tahun mendatang.

Meliza juga menegaskan komitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dengan fokus pada pengembangan produk dan layanan yang sesuai prinsip syariah, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah. Langkah ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan segmen syariah dalam industri keuangan Indonesia secara keseluruhan.

UUS Permata Bank dengan indikator keuangan yang menunjukkan pertumbuhan laba tinggi dan perbaikan kualitas pembiayaan menjadi contoh kinerja positif dalam industri perbankan syariah, sekaligus memberikan gambaran bahwa model bisnis yang efisien dan fokus pada penguatan pendanaan dapat menjadi pendorong utama keberhasilan di pasar yang semakin kompetitif.

Source: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button