Adira Finance (ADMF) Catat Laba Bersih Rp938,6 Miliar Kuartal III/2025

Shopee Flash Sale

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (Adira Finance/ADMF) mencatatkan laba bersih sebesar Rp938,6 miliar pada kuartal III tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan laba Rp1,11 triliun. Meski demikian, kinerja Adira Finance tetap didukung oleh pembiayaan konsumen yang mencapai Rp4,38 triliun selama periode tersebut.

Kinerja Keuangan Adira Finance Kuartal III/2025

Pendapatan total Adira Finance pada kuartal III/2025 tercatat sebesar Rp7,11 triliun, turun sekitar 5,2% secara year on year dari posisi Rp7,5 triliun pada kuartal III/2024. Penurunan ini berasal dari sejumlah segmen bisnis pembiayaan, termasuk marjin murabahah yang sebesar Rp1,04 triliun serta sewa pembiayaan sebesar Rp299,5 miliar.

Adira Finance berhasil menekan beban usaha menjadi Rp5,9 triliun, turun 3,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,11 triliun. Penurunan beban tersebut sebagian besar berasal dari pos beban bunga dan keuangan yang menurun 6,5%, serta penurunan penyisihan kerugian penurunan nilai pembiayaan konsumen sebesar 17,8%.

Piutang pembiayaan konsumen yang menjadi aset utama perusahaan pada periode ini tercatat sebesar Rp19,98 triliun. Selain itu, piutang pembiayaan murabahah mencapai Rp5 triliun, dan piutang sewa pembiayaan sebesar Rp2,8 triliun. Total aset Adira Finance tercatat Rp32,26 triliun, mengalami penurunan tipis sebesar 0,97% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp32,58 triliun.

Sedangkan, total liabilitas perusahaan tercatat Rp20,6 triliun dan ekuitas netto mencapai Rp11,6 triliun pada akhir kuartal III/2025.

Strategi Bisnis dan Merger dengan Mandala Finance

Salah satu faktor penting yang turut mempengaruhi kinerja dan prospek Adira Finance adalah penggabungan usaha atau merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk. (Mandala Finance/MFIN) yang resmi dilaksanakan pada 1 Oktober 2025. Merger ini merupakan bagian strategi untuk memperkuat posisi Adira Finance dalam industri pembiayaan nasional.

Direktur Utama Adira Finance, Dewa Made Susila, menyatakan bahwa penggabungan ini bukan hanya menyatukan dua perusahaan, melainkan menciptakan kekuatan baru yang dapat memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat. “Penggabungan ini kita maknai bukan sebagai akhir, melainkan awal dari sebuah perjalanan baru, dengan energi lebih dan dengan komitmen yang lebih kuat untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Dewa Made.

Langkah ini juga mendapat dukungan dari pihak Danamon melalui Direktur Global Alliance Strategy, Jin Yoshida, yang optimistis merger akan memperkuat kolaborasi dan komitmen perusahaan untuk melayani nasabah lebih baik lagi.

Sebelumnya, akta penggabungan antara Adira dan Mandala Finance telah ditandatangani pada 16 Juli 2025 dan mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Adira Finance pada 30 Juni 2025. Setelah merger efektif, saham Mandala Finance resmi dikeluarkan (delisting) dari Bursa Efek Indonesia pada 2 Oktober 2025, dan seluruh pemegang saham Mandala memperoleh saham ADMF sesuai rasio 1 saham MFIN setara dengan 0,052401 saham ADMF.

Prospek dan Tantangan

Meski laba bersih Adira Finance pada kuartal III/2025 mengalami penurunan, upaya pengendalian beban dan strategi penggabungan usaha memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan jangka panjang. Portofolio pembiayaan yang dikelola perusahaan tetap solid dengan nilai piutang yang besar serta pola pembiayaan yang diversifikasi antara pembiayaan konsumen, murabahah, dan kendaraan sewa.

Merger dengan Mandala Finance diharapkan dapat mengoptimalkan sinergi bisnis, memperluas pangsa pasar, dan meningkatkan efisiensi operasional. Hal ini menjadikan Adira Finance sebagai salah satu pemain utama yang siap menghadapi dinamika pasar pembiayaan nasional di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Ke depan, fokus perusahaan tetap pada pemberian layanan terbaik dan pengembangan produk yang sesuai kebutuhan konsumen untuk menjaga daya saing di industri multifinance. Optimisme dari manajemen juga tercermin dari komitmen untuk terus berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia melalui pembiayaan yang inklusif dan berkualitas.

Baca selengkapnya di: finansial.bisnis.com

Berita Terkait

Back to top button