Menteri Maman Ungkap Kopling 2025: Sinergi UMKM dan Musisi Perkuat Ekonomi Kreatif Nasional

Shopee Flash Sale

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan sinergi antara UMKM dan musisi menjadi kunci penguatan ekonomi kreatif. Festival musik Koplo Keliling (Kopling) 2025 hadir sebagai wadah kolaborasi inovatif yang memadukan semangat UMKM dan dunia musik.

Kopling 2025 mengusung tema “Goyang Ambyar UMKM Bersinar” dan digelar pada 8–9 November 2025 di Gambir Expo, Jakarta. Acara ini mempertemukan 192 tenant UMKM dengan lebih dari 30 musisi ternama, termasuk Maliq & D’Essentials dan The Changcuters.

Menurut Menteri Maman, Kopling bukan sekadar festival musik, melainkan ekosistem baru yang sinergis dari pelaku UMKM dan industri kreatif. Ia berharap acara ini menjadi agenda tahunan di berbagai daerah guna mendorong ruang kreatif bersama para pengusaha dan seniman.

Kegiatan ini membuka peluang besar bagi UMKM untuk memperluas jaringan dan akses pasar. Keberadaan musisi koplo dan seniman lainnya menjadi bagian integral yang mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif nasional.

Festival musik ini juga memberikan dampak ekonomi berganda melalui keterlibatan kru panggung, penata suara, perajin alat musik, hingga penyedia transportasi setempat. Dengan demikian, Kopling memperkuat rantai nilai ekonomi sekaligus mengangkat identitas budaya lokal.

Maman menegaskan bahwa musik memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan mampu membuka peluang lapangan kerja. “Musik bukan hanya karya seni, tapi juga alat untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Dukungan terhadap musisi juga secara langsung meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar.

Selain hiburan, Kopling 2025 menyajikan diskusi inspiratif di Ngobrol Stage bersama tokoh seperti Rio Adiwardhana dan Randa Oktovandy. Diskusi ini bertujuan menambah wawasan dan memperkuat kolaborasi antar pelaku UMKM dan industri kreatif.

Festival ini diinisiasi dengan dukungan berbagai mitra industri seperti Gajah Muda Entertainment dan BRI, yang memberi kontribusi dalam penyelenggaraan dan pengembangan UMKM. Sinergi tersebut memperkuat fondasi menuju ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Penyelenggaraan seri kedua Kopling 2025 akan berlangsung pada 22–23 November di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Line-up musisi di antaranya Maliq & D’Essentials, The Changcuters, dan Ndarboy Genk. Tiket dijual mulai Rp 85.000 untuk kategori reguler dan Rp 130.000 untuk VIP.

Maman mengakui bahwa event perdana ini menjadi pembelajaran untuk penyempurnaan ke depan. “Kopling berikutnya akan melibatkan lebih banyak pelaku UMKM dan musisi dari seluruh Indonesia untuk memaksimalkan manfaat ekonomi dan sosial,” jelasnya.

Keberadaan Kopling 2025 diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal dan memperkuat budaya Indonesia melalui musik yang dekat dengan masyarakat. Ini adalah langkah strategis memperkuat identitas dan perekonomian nasional secara holistik.

Ekosistem baru yang dibangun melalui Kopling juga membuka jalan bagi inovasi usaha dan kreativitas seni. UMKM dan musisi berkolaborasi demi menghadirkan nilai tambah yang memberi keuntungan berkelanjutan.

Sinergi dalam Kopling 2025 menunjukkan bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Kegiatan ini memberikan momentum kolaborasi yang kuat untuk masa depan UMKM dan seniman di Indonesia.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button