Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menegaskan komitmen negara untuk mendorong ekonomi global yang inklusif dan adil dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2025 di Johannesburg, Afrika Selatan. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh negara, terutama negara berkembang.
Gibran menegaskan pentingnya memperluas akses pembiayaan global agar lebih mudah dan setara. Ia mengatakan pembiayaan harus mendukung transisi energi, adaptasi iklim, dan mitigasi yang memerlukan solusi inovatif dan terjangkau.
Peranan Indonesia dalam Mendukung Ekonomi Global
Dalam KTT G20, Gibran mengungkapkan bagaimana Indonesia memprioritaskan penguatan pendanaan iklim, digitalisasi, dan inklusi keuangan. Indonesia mengalokasikan lebih dari 2,5 miliar dolar AS setiap tahunnya untuk mendukung UMKM hijau, asuransi pertanian, dan infrastruktur yang tahan perubahan iklim.
Selain itu, Indonesia memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS sebagai contoh teknologi sederhana yang mampu memperluas akses keuangan sekaligus mengurangi kesenjangan antar pelaku ekonomi. Ini menjadi strategi untuk memperkuat inklusi keuangan di tingkat nasional maupun global.
Akses Pembiayaan untuk Negara Berkembang
Gibran mengajak anggota G20 untuk memberikan dukungan pembiayaan yang lebih pasti dan mudah diakses bagi negara-negara berkembang yang menghadapi tantangan iklim. Ia menekankan bahwa kerja sama global harus diorientasikan pada keberlanjutan dan kesejahteraan bersama.
Pembiayaan inovatif untuk transisi energi yang ramah lingkungan dan adaptasi perubahan iklim dinilai sebagai kunci agar pembangunan di negara berkembang berjalan seimbang dengan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Signifikansi KTT G20 di Afrika Selatan
Kehadiran Gibran di KTT G20 mewakili Presiden Prabowo Subianto sekaligus mengapresiasi KTT pertama yang diselenggarakan di benua Afrika. Ia menyatakan momentum ini sebagai langkah penting dalam mengangkat peran negara-negara Global South dalam tata kelola ekonomi dunia.
Gibran menyebut bahwa KTT ini menandai perubahan besar dalam kerjasama internasional di mana negara berkembang semakin diperhitungkan sebagai pelaku utama dalam dinamika ekonomi global.
Fakta Penting dari KTT G20 2025
- Indonesia memfokuskan anggaran iklim sekitar 2,5 miliar dolar AS per tahun untuk mendukung UMKM hijau serta infrastruktur adaptif iklim.
- Sistem pembayaran QRIS digunakan untuk memperluas inklusi keuangan secara digital dan mengurangi kesenjangan ekonomi.
- G20 diajak memperkuat akses pembiayaan inovatif agar setiap negara berkembang memiliki kesempatan yang sama.
- KTT G20 2025 di Johannesburg adalah yang pertama kali diadakan di Afrika, menandai peranan lebih besar negara Global South.
- Indonesia menjadi penggerak utama kerja sama negara berkembang dalam mencapai ekonomi global yang adil dan inklusif.
Melalui forum G20 ini, Indonesia memperlihatkan komitmen kuatnya agar pertumbuhan ekonomi dunia tidak hanya kuat, tetapi juga adil bagi semua negara. Langkah-langkah konkret seperti penguatan pendanaan iklim dan digitalisasi menjadi bagian dari strategi Indonesia untuk mendukung pembangunan berkelanjutan secara global.
