Banyak pengguna media sosial, khususnya WhatsApp, akhir-akhir ini penasaran dengan aplikasi bernama Socialspy WhatsApp. Aplikasi ini diklaim bisa digunakan untuk menyadap atau memantau pesan WhatsApp orang lain hanya dengan bermodalkan nomor telepon.
Bagi kamu yang ingin tahu cara kerja Socialspy WhatsApp dan berbagai risiko di balik penggunaannya, sebaiknya simak faktanya sebelum benar-benar tergoda mencobanya. Perlu diingat bahwa tindakan penyadapan ataupun melihat privasi orang lain tanpa izin tergolong pelanggaran hukum di Indonesia.
Mengenal Socialspy WhatsApp
Socialspy WhatsApp kerap muncul di pencarian Google sebagai “tool” untuk mengintip obrolan WhatsApp orang lain. Cara kerjanya biasanya meminta kamu memasukkan nomor target lalu mengisi beberapa survei atau verifikasi.
Menurut penelusuran Kominfo dan Kaspersky, hampir seluruh layanan penyadapan WhatsApp yang beredar, termasuk Socialspy, tergolong scam atau penipuan digital. Mereka tidak benar-benar memberikan akses ke pesan WhatsApp korban.
Sebagian besar platform sejenis bertujuan mencuri data penting pengguna yang mencoba mengakses atau menginstal aplikasi, mulai dari email, password, hingga informasi keuangan pribadi.
Bagaimana Claim Socialspy WhatsApp Bekerja
Berdasarkan yang banyak beredar, aplikasi ini konon bisa menampilkan isi chat WhatsApp target hanya dengan memasukkan nomor HP. Setelah itu, pengguna akan diarahkan mengisi human verification atau survei yang sebenarnya cuma tipuan.
Tidak ada satupun aplikasi pihak ketiga yang mampu membobol sistem enkripsi end-to-end WhatsApp. Perusahaan Meta, pemilik WhatsApp, telah menegaskan bahwa isi chat hanya bisa dibaca pengirim dan penerima.
Peneliti keamanan siber dari ESET, Lukas Stefanko, memastikan aplikasi-aplikasi penyadapan WhatsApp sangat berbahaya. Biasanya, mereka membawa malware atau pencurian data. Jadi, jangan langsung percaya jika ada aplikasi yang mengklaim bisa membobol chat WhatsApp.
Risiko Menggunakan Socialspy WhatsApp
Menggunakan aplikasi Socialspy sangat berisiko, baik dari sisi hukum maupun keamanan data pribadi. Berikut daftar risikonya menurut pakar keamanan digital dan Kominfo:
- Data pribadi kamu bisa dicuri melalui survei atau file unduhan yang berisi malware.
- Akun utama kamu berisiko diretas jika login melalui aplikasi yang tak jelas sumbernya.
- Bisa dikenai sanksi pidana sesuai UU ITE karena mencoba mengakses atau menyadap data orang lain tanpa izin.
- Potensi perangkat kamu terkena virus atau spyware, yang mampu merekam aktivitas internet ataupun data sensitif lainnya.
- Kredibilitas akun Google, email, atau media sosial kamu bisa diretas jika memasukkan informasi login saat proses verifikasi abal-abal.
Mengapa WhatsApp Sulit Disadap Pihak Ketiga
WhatsApp menerapkan enkripsi end-to-end pada semua percakapan. Semua pesan, foto, dan video hanya bisa diakses si pengirim serta penerima. Tak ada aplikasi di luar sistem WhatsApp yang mampu menembus enkripsi ini, seperti dilansir oleh Forbes dan TechCrunch.
Jika kamu menemukan aplikasi semacam Socialspy WhatsApp, itu hampir pasti penipuan. Umumnya, aplikasi tersebut hanya ingin memanfaatkan data pengguna yang penasaran lalu menyebarkan malware.
Tips Lindungi Data dari Aplikasi Berbahaya
Agar selalu aman, sebaiknya ikuti langkah-langkah berikut:
- Jangan pernah masukkan data penting ke aplikasi atau website yang tidak jelas legalitasnya.
- Pastikan selalu mengunduh aplikasi dari Google Play Store atau App Store resmi.
- Aktifkan fitur keamanan dua langkah di WhatsApp agar akun kamu sulit dibobol.
- Gunakan aplikasi antivirus di smartphone untuk mendeteksi aplikasi berbahaya.
- Segera laporkan ke Kominfo jika menemukan aplikasi atau situs yang mencurigakan dan berpotensi merugikan.
Banyaknya tawaran aplikasi sadap WhatsApp sejatinya hanyalah jebakan bagi yang kurang aware soal keamanan digital. Seberapa besar risiko Socialspy WhatsApp perlu benar-benar dipahami agar privasi dan data pribadi tetap aman. Jadi, pastikan tetap waspada dan selalu update info keamanan siber terbaru sebelum mudah tergoda berbagai aplikasi sejenis.
