Simontok Browser Anti Blokir Versi Lama: Bebas Iklan, Browsing Makin Lancar!

Simontok Browser versi lama kembali jadi perbincangan karena kemampuannya membuka situs yang diblokir tanpa gangguan iklan. Banyak pengguna mencari versi lawas ini karena browsing terasa lebih ringan dan bebas dari pop-up yang mengganggu. Versi terbaru kadang dianggap makin berat dan mulai menampilkan iklan yang dinilai menghambat pengalaman online, khususnya saat mengakses konten hiburan atau streaming.

Simontok Browser dirancang sebagai aplikasi browser yang mampu membuka akses ke berbagai situs yang biasanya terblokir oleh penyedia layanan internet di Indonesia. Menurut laporan dari Kominfo, sekitar 800 ribu situs diblokir setiap tahunnya karena berbagai alasan, mulai dari hak cipta, pornografi, hingga judi daring. Namun, versi lama Simontok menawarkan kelebihan dalam hal anti-blokir, sehingga pengguna dapat menjelajah dunia maya tanpa batasan lokasi.

Kenapa Versi Lama Lebih Dicari?

Banyak pengguna menyebut versi lama Simontok ini lebih stabil dan cepat dibandingkan update terakhir. Berdasarkan data dari forum teknologi Kaskus dan komunitas Reddit, sekitar 68% pengguna memilih aplikasi browser lawas karena minim bug dan tidak membebani RAM. Sementara, versi terbaru kerap membawa perubahan tampilan serta tambahan iklan yang cukup mengganggu kenyamanan pengguna.

Fitur anti-blokir yang tetap berjalan optimal menjadi alasan utama mereka bertahan dengan apk lawas ini. Sistem pemblokir pop-up juga masih berjalan kuat sehingga iklan sulit menembus. Beberapa pengguna bahkan menyebut versi Simontok lama bisa diandalkan untuk streaming video tanpa buffering dan tanpa interupsi banner iklan.

Fitur-Fitur Unggulan Simontok Browser Lawas

Berikut beberapa fitur yang jadi favorit pengguna pada Simontok Browser versi lawas:

  1. Anti-blokir otomatis, sehingga tidak perlu mengatur VPN manual.
  2. Bebas iklan pop-up dan banner saat browsing atau streaming.
  3. Ringan, cocok untuk ponsel dengan spesifikasi rendah.
  4. Tampilan sederhana, mudah digunakan oleh siapa saja.
  5. Mendukung akses streaming berbagai jenis konten tanpa lag.

Riset dari Gadgetren dan KompasTekno menyebut, browser ini memang tidak tersedia di Google Play Store karena alasan kebijakan privasi dan konten. Namun, file apk Simontok versi lama masih banyak dicari di situs penyedia aplikasi pihak ketiga.

Dampak Pemakaian Simontok Browser Versi Lama

Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, mengingatkan bahwa penggunaan browser dari sumber tidak resmi tetap mengandung risiko. Versi lama cenderung tidak mendapat update keamanan. Selain itu, tidak adanya support dari developer membuka celah terhadap malware atau spyware. Menurut data Statista, 34% aplikasi yang tidak diupdate rentan disusupi iklan ilegal hingga phising.

Namun, menurut hasil survei Tech in Asia Indonesia, 72% pengguna Indonesia mengaku rela mengambil risiko demi mendapat akses internet bebas blokir. Ini jadi dilema antara kebebasan akses dan menjaga keamanan digital.

Panduan Download dan Instalasi Simontok Browser Lawas

Untuk yang tetap ingin menggunakan Simontok versi lama, ada beberapa langkah sederhana yang perlu diperhatikan:

  1. Cari situs unduhan aplikasinya yang memiliki rating tinggi dan review positif.
  2. Download file apk Simontok Browser versi lama (pastikan versi yang diinginkan sesuai kebutuhan).
  3. Aktifkan pengaturan instalasi dari sumber tidak dikenal (unknown source) di pengaturan ponsel.
  4. Instal aplikasi dan jalankan seperti biasa.
  5. Pastikan untuk rutin melakukan scan malware demi meminimalisir resiko perangkat terinfeksi virus berbahaya.

Alternatif Resmi dan Aman untuk Browsing Tanpa Blokir

Jika khawatir soal keamanan, ada beberapa alternatif browser dengan fitur anti-blokir yang resmi dan aman digunakan. Opera Mini, Brave, dan Puffin Browser misalnya, sudah punya teknologi VPN atau anti-blokir terintegrasi. Semua tersedia di Google Play Store dan mendapat pembaruan keamanan rutin. Data dari App Annie menunjukkan, Opera Mini dan Brave jadi dua browser paling banyak diunduh di Indonesia untuk kebutuhan anonim dan anti-blokir.

Meskipun akses internet yang bebas menjadi dambaan banyak orang, pemilihan browser tetap perlu mempertimbangkan aspek keamanan data. Banyak aplikasi browser all-in-one kini hadir membawa fitur anti-blokir dan perlindungan privasi, namun pastikan selalu memilih dari sumber tepercaya agar browsing makin lancar, aman, dan nyaman kapan pun dibutuhkan.

Berita Terkait

Back to top button