Simontok Browser Anti Blokir Versi Lama: Tanpa Iklan, Bisa Apa Saja? Cek Fitur Terbarunya!

Simontok Browser anti blokir versi lama masih banyak dicari netizen Indonesia. Banyak orang merasa versi lama lebih ringan, bebas iklan, dan tetap ampuh mengakses berbagai situs tanpa sensor.

Fakta menariknya, Simontok memang terkenal sebagai aplikasi browser yang memudahkan pengguna membuka situs-situs yang diblokir di Indonesia. Fitur anti blokir jadi nilai jual utama aplikasi ini karena teknologi VPN yang sudah otomatis aktif ketika aplikasi berjalan.

Keunggulan Simontok Versi Lama

Fitur bebas iklan jadi alasan populer kenapa banyak pengguna mencari versi Simontok browser lawas ini. Berdasarkan hasil penelusuran KompasTekno dan IDN Times, banyak aplikasi browser anti blokir serupa yang baru justru memasang banyak pop-up atau banner iklan di dalam aplikasinya.

Simontok versi lama umumnya lebih stabil, jarang crash, dan tidak terlalu membebani HP Android kelas menengah ke bawah. Pengguna juga mengaku pengalaman browsing jadi lebih cepat saat membuka situs luar negeri.

Fitur Utama yang Masih Dicari

  1. VPN Otomatis: Dikutip dari TechRadar, fitur VPN dalam Simontok versi lawas langsung aktif tanpa butuh setting tambahan.
  2. Tampilan Simpel: UI aplikasi klasiknya minim tombol, sehingga mudah dipakai siapa saja.
  3. Tanpa Registrasi: Tak perlu sign up atau login, cukup unduh dan instal langsung bisa digunakan.
  4. Ringan: Ukuran aplikasi kecil, cocok untuk ponsel dengan memori terbatas.
  5. Minim Gangguan Iklan: Hampir tidak ada pop-up iklan, berbeda dengan browser anti blokir versi terbaru.

Apa Saja yang Bisa Diakses dengan Simontok Browser Lama?

Tidak sedikit pengguna memanfaatkan Simontok untuk membuka berbagai situs streaming film luar negeri yang diblokir provider. Selain itu, beberapa situs berita internasional yang terkena sensor juga bisa diakses.

Tech in Asia pernah mencatat aplikasi seperti Simontok mampu mengakses situs file sharing, forum, atau bahkan aplikasi sosial media yang sempat diblokir oleh pemerintah. Namun, perlu dicatat juga, pemakaian browser ini tetap harus untuk tujuan positif sesuai UU ITE Indonesia.

Risiko dan Catatan Penting

Dikutip dari Tirto dan Cyberthreat.id, browser anti blokir pihak ketiga seperti Simontok memang menawarkan kemudahan akses internet bebas. Tapi, ada risiko keamanan pengguna yang mesti dipahami. Data browsing lewat aplikasi ini kadang tidak terenkripsi secara sempurna, sehingga rawan pencurian data.

Selain itu, unduhan aplikasi Simontok versi lama seringkali hanya tersedia di situs pihak ketiga, sehingga rawan malware atau virus. Google Play Store sudah tidak memperbolehkan aplikasi serupa di platform resminya.

Update Fitur Terbaru

Walau Simontok versi lama masih digemari, versi terbaru mulai menambahkan beberapa fitur. Di antaranya mode gelap, pilihan server VPN luar negeri, dan sistem deteksi adblocker yang otomatis aktif. Beberapa situs referensi seperti JalanTikus mengonfirmasi update ini memudahkan pengguna memilih server tercepat.

Namun, kehadiran banyak iklan pada versi baru membuat sebagian pengguna tetap bertahan di versi lawas. Sebagian pengguna memilih untuk tidak mengupdate aplikasi, asalkan fungsi utama anti blokir dan bebas iklan tetap jalan.

Panduan Aman Menggunakan Simontok Browser Lama

  1. Selalu download dari situs terpercaya, pastikan file sudah dicek bebas virus.
  2. Hindari memasukkan data pribadi, password, atau akun penting via browser ini.
  3. Cek izin aplikasi di Android, hapus akses yang tidak perlu untuk keamanan ekstra.
  4. Pakai VPN tambahan jika ingin perlindungan privasi maksimal.

Simontok browser anti blokir memang terus jadi perbincangan di komunitas pecinta browsing dan streaming. Kehadiran versi lama yang dikenal lebih ringan dan minim gangguan tetap menarik bagi mereka yang ingin pengalaman internetan tanpa batas. Namun, pengguna tetap perlu cermat dan berhati-hati agar tetap aman saat berselancar di dunia maya.

Berita Terkait

Back to top button