Hjulmand Soroti Batas Tipis Kekalahan Leverkusen dari Dortmund dalam Pertandingan Krusial

Kasper Hjulmand mengungkapkan kekecewaan atas hasil 2-1 yang dialami Bayer Leverkusen ketika menghadapi Borussia Dortmund di Bundesliga. Hjulmand menyoroti margin tipis yang menjadi penentu kekalahan timnya pada pertandingan Sabtu lalu.

Dortmund berhasil unggul lewat gol Aaron Anselmino dan Karim Adeyemi, sementara Christian Kofane mencetak gol balasan untuk Leverkusen di penghujung laga. Namun, upaya comeback dari tim arahan Hjulmand tidak berhasil mengubah hasil.

Evaluasi Hjulmand atas Pertandingan

Hjulmand menegaskan bahwa kekecewaan bukan datang dari penampilan tim, melainkan dari hasil akhir yang tidak sesuai harapan. "Permainan berjalan sangat ketat, dan detail kecil yang menentukan hasil pertandingan," ujar pelatih yang baru mengalami dua kekalahan liga sejak memimpin Leverkusen.

Pelatih asal Denmark ini juga menambahkan bahwa kekalahan ini menjadi pelajaran berharga. Ia berharap Leverkusen bisa tampil lebih baik di laga berikutnya, yaitu pertemuan ulang kontra Dortmund di DFB-Pokal yang akan berlangsung di kandang lawan.

Statistik dan Pernyataan Pemain

Dari segi peluang, Leverkusen melakukan 14 tembakan dengan ekspektasi gol (xG) sebesar 0,82, menunjukkan efektivitas tembakan sekitar 0,05 xG per upaya. Sementara Dortmund hanya melakukan tujuh tembakan namun mampu lebih efisien memanfaatkan peluang tersebut.

Jonas Hofmann mengakui sulitnya menciptakan peluang berbahaya di lini akhir, sedangkan Robert Andrich mengakui keunggulan efisiensi dari Dortmund saat pertandingan berlangsung.

Fokus Leverkusen ke Depan

Leverkusen kini menempati posisi keempat Bundesliga, hanya terpaut satu poin dari Dortmund yang berada di posisi ketiga. Hjulmand meminta timnya untuk segera bangkit dan menampilkan identitas permainan terbaik setiap laga.

Berikut poin utama dari pernyataan Hjulmand dan hasil pertandingan:

  1. Kekecewaan atas hasil bukan performa tim.
  2. Margin kecil menjadi faktor kekalahan.
  3. Pelajaran diambil untuk laga DFB-Pokal melawan Dortmund.
  4. Perlunya peningkatan efisiensi di area akhir serangan.

Dengan situasi papan atas yang kian ketat, laga ulang melawan Dortmund menjadi momentum penting bagi Leverkusen untuk memperbaiki performa dan menjaga persaingan di liga serta kompetisi piala.

Berita Terkait

Back to top button