
Perubahan format Liga Champions UEFA pada musim ini membawa konsekuensi besar bagi jumlah klub yang berpartisipasi dari masing-masing liga. Pada fase grup kompetisi, sebanyak 36 klub berlaga memperebutkan gelar juara. Inggris menjadi sorotan utama karena meloloskan enam tim, lebih banyak dibandingkan liga-liga top Eropa lainnya.
Kunci dari fenomena ini adalah sistem koefisien negara yang baru diterapkan UEFA. Sistem ini memberikan tempat tambahan kepada negara dengan performa terbaik klubnya di kompetisi Eropa sebelumnya. Inggris dan Jerman mendapat keuntungan ini, sedangkan Spanyol juga mendapat tambahan, namun hanya mampu mengirim lima klub ke Liga Champions.
Sistem Koefisien Negara UEFA
Koefisien negara adalah peringkat yang mengukur hasil kolektif klub-klub dari satu liga dalam kompetisi Eropa. UEFA memberikan dua tempat ekstra kepada liga dengan catatan terbaik musim sebelumnya. Dengan demikian, Premier League mendapat tambahan satu tiket. Selain itu, kemenangan Tottenham Hotspur di Liga Europa juga memberikan tempat otomatis di Liga Champions.
Dampak Kemenangan Liga Europa
Tottenham, sebagai juara Liga Europa, memperoleh slot otomatis ke Liga Champions, terlepas dari posisi mereka di liga domestik. Jika sang juara sudah lolos melalui liga, slot tambahan ini dialihkan ke perwakilan liga yang sama. Inilah alasan utama mengapa Inggris bisa mengirim enam klub, sedangkan Spanyol hanya lima, meski kedua negara mendapat tambahan tempat.
Komposisi Klub Liga Champions 2025/26
Berikut adalah daftar klub berdasarkan negara yang tampil di fase grup Liga Champions:
- Inggris – 6 klub: Liverpool, Arsenal, Manchester City, Chelsea, Newcastle United, Tottenham Hotspur.
- Spanyol – 5 klub: Barcelona, Real Madrid, Atlético Madrid, Athletic Bilbao, Villarreal.
- Italia – 4 klub: Napoli, Inter Milan, Atalanta, Juventus.
- Jerman – 4 klub: Bayern Munich, Bayer Leverkusen, Borussia Dortmund, Eintracht Frankfurt.
- Prancis – 3 klub: Paris Saint-Germain, Marseille, Monaco.
- Belanda – 2 klub: PSV Eindhoven, Ajax.
- Portugal – 2 klub: Sporting CP, Benfica.
- Belgia – 2 klub: Club Brugge, Union Saint-Gilloise.
- Greece dan negara-negara lain – masing-masing 1 klub.
Dengan kebijakan ini, UEFA berupaya mengapresiasi performa klub secara dinamis dan memperkuat persaingan di pentas Eropa. Namun, kebijakan tersebut juga semakin memperlihatkan dominasi liga-liga besar seperti Inggris dan Spanyol di Liga Champions.
Peran koefisien negara serta keberhasilan klub di kompetisi internasional kini menjadi faktor utama penentuan jumlah peserta Liga Champions dari masing-masing liga. Ke depan, sistem ini akan terus beradaptasi untuk memastikan kompetisi tetap kompetitif dan menarik bagi para penggemar sepakbola di seluruh dunia.





