
Elias Kachunga berbagi pengalaman berharga selama dua musim berkarier di Premier League bersama Huddersfield. Ia mengenang momen debut dan gol pertamanya yang memberi kesan mendalam dalam perjalanan kariernya di level tertinggi sepak bola Inggris.
Kachunga menilai Premier League sebagai liga terbaik di dunia dengan permainan yang lebih cepat dan fisik dibandingkan Bundesliga. Ia menyoroti perbedaan pendekatan taktik di Jerman serta tekanan media yang lebih besar di Inggris sebagai faktor pembeda signifikan.
Mental dan Fisik di Liga Top Eropa
Menurut Kachunga, striker top harus fokus mencetak gol serta memiliki kekuatan mental untuk tampil konsisten setiap pekan. Ia menganjurkan para penyerang muda mengasah penyelesaian bola dengan kedua kaki, kekuatan fisik, serta kemampuan memegang bola dan bekerja sama dengan rekan setim.
Berkaca dari pengalamannya menapaki empat kasta sepak bola Inggris, Kachunga menyebut loncatan dari Championship ke Premier League sebagai tantangan terbesar. Klub-klub kecil seperti Huddersfield harus ekstra keras meraih poin di setiap pertandingan karena kualitas lawan yang sangat tinggi.
Pengaruh Pelatih dan Rekan Sejawat
Pelatih seperti David Wagner sangat berpengaruh bagi perkembangan Kachunga, terutama selama proses promosi ke Premier League. Ia juga mengapresiasi dukungan pelatih lain, seperti Claus-Dieter ‘Pele’ Wollitz, yang memberinya kepercayaan saat masih di Jerman.
Kachunga menilai Mohamadou Idrissou dan Igor De Camargo sebagai rekan terbaik sepanjang kariernya. Sementara itu, ia menganggap Virgil van Dijk dan Andy Robertson sebagai lawan paling sulit yang pernah dihadapinya di lapangan.
Harapan untuk DR Congo di Piala Dunia
Mewakili DR Congo di level internasional menjadi momen berharga bagi Kachunga dan keluarganya. Ia bangga melihat perkembangan timnas saat ini, yang diisi banyak pemain berbakat dan terorganisir lebih baik.
Timnas DR Congo kini hanya selangkah lagi untuk lolos ke Piala Dunia, sebuah pencapaian monumental yang belum diraih sejak 1974. Kachunga percaya keberhasilan ini akan menjadi dorongan besar bagi sepak bola dan bangsa di negara tersebut.
Rencana Karier Setelah Sepak Bola
Saat ini Kachunga tengah menempuh lisensi pelatih UEFA dan berencana melanjutkan ke level A. Selain itu, ia mulai menekuni dunia media olahraga yang mungkin akan menjadi karier pasca pensiun.
Di luar lapangan, Kachunga menggeluti bisnis properti sejak beberapa tahun lalu dan berharap mengembangkan portofolionya di bidang tersebut. Ia juga menyempatkan diri menikmati berbagai olahraga seperti tenis, bola basket, dan football Amerika.
Kachunga mengungkapkan kebahagiaannya sebagai ayah muda dan terus berusaha belajar serta menikmati perjalanan hidup sambil tetap aktif di dunia sepak bola.





