Kasper Hjulmand menegaskan bahwa kemenangan 3-0 Bayer Leverkusen atas Villarreal di Liga Champions mencerminkan cara mereka bermain sepak bola. Menurut Hjulmand, performa itu menunjukkan fokus tinggi dan kontrol permainan yang ketat dari timnya.
Leverkusen mendominasi pertandingan dengan menghasilkan 1,9 expected goals (xG), jauh di atas Villarreal yang hanya mencatat 0,3 xG. Malik Tillman mencetak dua gol di babak pertama, diikuti gol Alejandro Grimaldo setelah turun minum, memastikan tiket ke babak play-off Liga Champions.
Dominasi Leverkusen dalam Statistik
Leverkusen melakukan 43 sentuhan di kotak penalti lawan, jauh melampaui lima sentuhan milik Villarreal. Tim ini juga menciptakan empat peluang besar, sementara Villarreal tidak mampu menciptakan satupun peluang besar.
Menurut kapten Leverkusen, Robert Andrich, keberhasilan menjaga clean sheet menjadi kunci utama kemenangan. “Kami sangat cepat mengambil kontrol pertandingan dan tidak memberi kesempatan lawan masuk ke situasi berbahaya,” ujarnya.
Pencapaian dan Rekor
Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar Leverkusen atas klub asal Spanyol di Liga Champions sejak mengalahkan Real Madrid 3-0 pada September. Sementara itu, Grimaldo kini sudah mencetak enam gol di Liga Champions dalam dua musim terakhir dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak asal Spanyol pada periode tersebut.
Hjulmand menyebutkan bahwa mencapai babak play-off adalah target antara utama musim ini. Ia percaya gaya bermain yang dipertahankan timnya adalah kunci untuk meraih hasil positif.
Penampilan solid tim, baik saat menyerang maupun bertahan, memberikan sinyal kuat tentang identitas permainan Leverkusen yang diusung Hjulmand. Dengan pola ini, mereka optimistis menghadapi babak play-off serta kompetisi selanjutnya di Liga Champions.
