Kasper Hjulmand mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap konsistensi serangan Bayer Leverkusen meski hasil akhir pertandingan melawan Borussia Monchengladbach berakhir imbang 1-1. Tim asuhan Hjulmand gagal melanjutkan tren kemenangan setelah empat laga beruntun berhasil dimenangkan di semua kompetisi.
Leverkusen menciptakan sepuluh tembakan dengan nilai ekspektasi gol (xG) 0,8, tapi hanya dua yang tepat sasaran. Sementara Gladbach menghasilkan enam tembakan tepat sasaran dari sembilan kesempatan yang dimiliki.
Hjulmand menilai intensitas permainan Leverkusen di babak pertama kurang maksimal, terutama dalam penguasaan bola dan kecepatan. Ia menyebut posisi Gladbach dan penguasaan bola mereka membuat timnya kesulitan menemukan ritme permainan.
Pada babak kedua, Hjulmand mengubah formasi menjadi 4-3-3 untuk pertama kalinya sejak menjabat pelatih Leverkusen. Pergantian ini meningkatkan intensitas dan performa tim di lapangan secara signifikan.
Meski impresif pada babak kedua, Leverkusen tetap gagal menuntaskan peluang dengan gol yang lebih banyak di zona akhir serangan. Hjulmand menyatakan, “Satu hal yang hilang adalah penyelesaian akhir dan konsistensi di sepertiga akhir serangan.”
Hasil imbang ini membuat Leverkusen kehilangan kesempatan memangkas jarak ke posisi empat besar, mengingat Stuttgart kalah mengejutkan dari St. Pauli dengan skor 2-1. Kekhawatiran pelatih utama terkait efektivitas serangan tim tampak jelas dalam evaluasinya.
Berikut poin utama yang disampaikan Hjulmand terkait performa Leverkusen:
1. Intensitas babak pertama kurang dan tempo permainan lambat saat menguasai bola.
2. Posisi lawan membuat tim sulit menemukan formasi ideal.
3. Pergantian formasi ke 4-3-3 meningkatkan intensitas di babak kedua.
4. Kekurangan utama tetap terletak pada penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan.
5. Evaluasi performa menegaskan ketidakpuasan dengan hasil yang dicapai.
Kasper Hjulmand menegaskan bahwa ia tidak puas dengan perkembangan serangan Leverkusen meski ada perbaikan. Fokus utama saat ini adalah memperbaiki konsistensi dan efektivitas di lini depan agar hasil positif bisa diraih secara rutin dalam pertandingan berikutnya.
