
Niko Kovac menegaskan bahwa Borussia Dortmund tidak boleh merasa puas dengan keunggulan 2-0 atas Atalanta dalam babak play-off Liga Champions. Ia menegaskan bahwa timnya harus tampil maksimal 100% untuk memastikan lolos ke babak berikutnya.
Dortmund berhasil unggul berkat gol dari Serhou Guirassy dan Maximilian Beier yang membawa mereka menggenggam kendali sebelum laga tandang. Namun, Kovac mengingatkan agar anak asuhnya tidak bermain bertahan dan mengatur skor.
Catatan Statistik dan Sejarah Pertandingan
Sejak awal musim, tercatat sebanyak 126 kali tim yang menang dengan selisih dua gol atau lebih pada leg pertama babak gugur Liga Champions, hanya 15 tim yang kemudian tersingkir. Contoh terbaru adalah Barcelona yang kalah agregat dari Liverpool pada semifinal. Dortmund sendiri berhasil lolos pada tujuh dari sembilan partai gugur ketika menang pada leg pertama secara keseluruhan.
Pada dua kesempatan tersingkir tersebut, Dortmund hanya unggul satu gol di leg pertama, melawan Paris Saint-Germain dan Chelsea. Hal ini menunjukkan pentingnya performa maksimal untuk menjaga peluang lolos.
Tekad Dortmund untuk Tidak Complacent
Kovac mengakui, timnya belum stabil dalam laga-laga tandang Liga Champions musim ini, dengan catatan hanya sekali menang dalam lima laga tandang terakhir dan kebobolan empat gol pada tiga laga tersebut. Oleh karena itu, ia ingin menghindari sikap terlalu santai di Bergamo.
"Kami tidak datang ke sini untuk mengatur permainan dan menjaga hasil saja. Itu tidak akan membawa kami kemana-mana," ujar Kovac dalam konferensi pers sebelum pertandingan. Ia menambahkan, keberhasilan mencetak gol tandang akan meningkatkan kepercayaan diri timnya.
Kunci Menang adalah Fokus dan Totalitas
Pelatih Dortmund menegaskan bahwa hasil pertandingan pertama memang baik, tetapi itu belum cukup. "Kami harus fokus pada permainan kami dan tampil tajam serta bagus. Untuk lolos, kami harus mendorong diri sampai batas maksimal, dan batas maksimal itu adalah 100%," katanya.
Respons Atalanta Menyongsong Tekanan Berat
Atalanta menghadapi tantangan besar karena ini adalah kali pertama mereka kehilangan leg pertama dengan selisih lebih dari satu gol dalam kompetisi Eropa besar. Mereka juga gagal melaju ke babak berikutnya di empat kesempatan terakhir saat kalah di leg pertama, meskipun dengan skor berapa pun.
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, menolak menyerah dan tetap optimistis. Ia mengatakan kepada Sky Sport Italia bahwa misi ini memang berat, namun timnya harus memberikan yang terbaik dengan antusiasme dan keyakinan diri.
Menurut Palladino, timnya harus bermain dengan kualitas dan gaya khas mereka. "Kami harus berjuang dari menit pertama hingga terakhir. Ini adalah impian untuk lolos ke babak 16 besar, dan mimpi itu bisa menjadi kenyataan jika kami berusaha maksimal," tuturnya.
Dengan motivasi tinggi dari kedua tim, laga leg kedua diyakini akan berjalan ketat dan penuh tekanan. Dortmund harus bertahan dari aura tandang Atalanta yang bertekad membalikkan keadaan, sementara Kovac meminta para pemainnya untuk terus berjuang tanpa kompromi demi memastikan tiket babak selanjutnya.





