
Kovac Akui Dortmund Layak Tersingkir dari Liga Champions
Niko Kovac mengakui bahwa Borussia Dortmund memang pantas tersingkir dari Liga Champions setelah gagal mempertahankan keunggulan agregat dua gol atas Atalanta. Dortmund kalah 1-4 dalam leg kedua, sehingga Atalanta menang agregat 4-3 dan lolos ke babak berikutnya.
Dalam pertandingan tersebut, Gianluca Scamacca dan Davide Zappacosta sukses menyamakan agregat dengan gol cepat di babak pertama. Mario Pasalic kemudian membawa Atalanta memimpin pada menit ke-57. Meski Karim Adeyemi berhasil mencetak gol penyeimbang 15 menit menjelang pertandingan usai, kans Dortmund untuk melaju pupus akibat penalti di masa injury time.
Momen Penalti dan Kartu Merah
Ramy Bensebaini melakukan pelanggaran keras terhadap Nikola Krstovic di dalam kotak penalti, sehingga wasit Jose Maria Sanchez Martinez menunjuk titik putih dan mengusir pemain Dortmund tersebut. Lazar Samardzic sukses mengeksekusi penalti pada menit ke-98, menjadikan Atalanta sebagai tim pertama yang membalikkan defisit dua gol agregat di fase gugur Liga Champions sejak Liverpool melawan Barcelona.
Kekalahan Dortmund ini juga mencatat sejarah menjadi satu dari sedikit tim Jerman yang tersingkir setelah memenangkan leg pertama dengan selisih lebih dari dua gol. Sebelumnya, Wolfsburg juga mengalami nasib serupa saat menghadapi Real Madrid.
Evaluasi Kovac atas Kinerja Tim
Kovac mengungkapkan, "Mencetak empat gol kebobolan di Liga Champions sangat sulit untuk ditoleransi." Ia menambahkan bahwa penjelasan soal penalti sudah tidak relevan karena timnya gagal tampil maksimal saat momen-momen penting. "Kami seharusnya tidak membiarkan pertandingan seperti ini hilang, meskipun lawannya berat," ujarnya.
Sebagai tim Bundesliga, Kovac menegaskan pentingnya sikap tahan terhadap tekanan untuk bisa maju ke babak berikutnya. "Kami memang tidak cukup baik untuk melangkah lebih jauh pada fase ini," tambahnya.
Kesalahan Individu Jadi Faktor Kunci
Ramy Bensebaini tampil buruk sepanjang pertandingan dengan beberapa kesalahan fatal, termasuk kontribusinya terhadap gol-gol Atalanta. Selain itu, umpan buruk dari kiper Gregor Kobel juga menambah beban Dortmund. Namun, Emre Can menolak menyalahkan satu pemain saja.
Dia berkomentar, "Tidak ada satu pihak yang harus disalahkan. Banyak kesalahan individu yang terjadi sehingga menyulitkan kami." Can juga menyoroti betapa pentingnya kontribusi Kobel selama musim ini, dan merasakan keprihatinan atas hasil buruk yang diterima bersama.
Data Penting dalam Pertandingan
- Skor akhir leg kedua: Dortmund 1-4 Atalanta.
- Agregat keseluruhan: Dortmund 3-4 Atalanta.
- Penalti terakhir terjadi di menit ke-98 setelah pelanggaran Bensebaini.
- Atalanta mencetak tiga gol balasan di babak pertama dan awal babak kedua.
- Dortmund sukses unggul agregat dua gol pada leg pertama sebelum tersingkir.
Kekalahan ini menjadi pelajaran bagi Dortmund untuk memperbaiki konsistensi dan menghindari kesalahan mendasar ketika bermain di kompetisi tingkat atas seperti Liga Champions. Kovac dan timnya harus belajar dari kekalahan ini demi persiapan menghadapi kompetisi domestik dan kontinental berikutnya.





