Ringkasan Play-Off UCL: Prestianni Diskors Karena Pelecehan Rasial, Keputusan Atalanta Berbalik

Setelah melewati rangkaian pertandingan playoff Liga Champions yang ketat selama dua minggu, sejumlah kejadian penting dan kontroversial mewarnai babak kualifikasi babak 16 besar. Insiden menyangkut tuduhan pelecehan rasial dan pembalikan hasil dramatis dari beberapa tim menjadi sorotan utama dalam rangkaian pertandingan ini.

Kasus Prestianni dan Sanksi UEFA

Dalam laga antara Real Madrid dan Benfica, winger Argentina Benfica, Prestianni, terlibat dalam kontroversi serius. Setelah gol penentu dari Vinicius Jr pada babak kedua, terjadi gesekan antara kedua pemain yang berujung tuduhan pelecehan rasial oleh Vinicius kepada Prestianni. Vinicius langsung melaporkan kejadian itu ke wasit dan menolak kembali bermain sementara laga dihentikan selama kurang lebih 10 menit.

Real Madrid merespons insiden tersebut dengan keras, mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan sikap nol toleransi terhadap rasisme serta mengajukan bukti kepada UEFA. Setelah investigasi, UEFA memutuskan untuk menangguhkan Prestianni selama satu pertandingan, sehingga dia absen di leg kedua playoff. Vinicius tampil gemilang di hadapan sekitar 80.000 pendukung Real Madrid dan kembali mencetak gol krusial pada menit ke-80, memastikan tiket mereka ke babak selanjutnya.

Atalanta Membalikkan Keadaan Melawan Dortmund

Pertandingan antara Atalanta dan Borussia Dortmund juga menjadi highlight karena Atalanta berhasil melakukan comeback impresif meski tertinggal agregat. Setelah kebobolan dua gol di kandang Dortmund, Atalanta memanfaatkan momentum di laga kandang secara maksimal. Kesalahan clearance Bensebaini membuka peluang bagi Scamacca untuk mencetak gol pembuka.

Selanjutnya, gol jarak jauh Zappacosta, sundulan kepala Pasalic di tengah kontak fisik, dan penalti pada waktu tambahan yang dieksekusi oleh Samardzic menyempurnakan pembalikan hasil. Dengan kemenangan agregat 4-3 tersebut, Atalanta menunggu lawan di babak berikutnya, yang bisa jadi Arsenal ataupun Bayern Munich.

Rangkuman Hasil Playoff Lainnya

  1. Bodo Glimt menyingkirkan Inter Milan dengan agregat 5-2 lewat pertahanan disiplin dan serangan cepat.
  2. Galatasaray melaju setelah mengalahkan Juventus dengan total skor 7-5, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dan stamina ekstra di babak tambahan.
  3. PSG menang tipis agregat 5-4 atas Monaco, berkat gol penting Marquinhos dan Kvaratskhelia di leg kedua.
  4. Atletico Madrid bangkit dari defisit awal dan menang agregat 7-4 atas Club Brugge, dipimpin oleh hat-trick Sørloth.
  5. Newcastle United menunjukkan dominasi penuh menghadapi Qarabag, unggul agregat 9-3 dengan empat gol Anthony Gordon.
  6. Leverkusen melaju setelah mencatat kemenangan agregat 2-0 atas Olympiakos, berkat dua gol awal dari Schick dan pertahanan solid di leg kedua.

Berbagai hasil dramatis ini menegaskan persaingan yang semakin sengit di babak playoff Liga Champions. Selain ketangguhan teknis, isu seperti rasisme menjadi perhatian serius seluruh stakeholder kompetisi. Para tim yang berhasil lolos kini bersiap menghadapi tantangan berat di babak 16 besar, menghadapi klub-klub besar dari Eropa yang siap bertarung untuk gelar tertinggi.

Exit mobile version