
Tottenham Hotspur belum juga keluar dari masa-masa sulitnya setelah kembali menelan kekalahan di pertandingan liga terbaru. Dalam laga kandang melawan Crystal Palace, Spurs kalah 1-3 setelah Micky van de Ven menerima kartu merah, memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi sebelas pertandingan beruntun.
Kondisi ini membuat Tottenham hanya unggul satu poin dari zona degradasi, posisi yang sangat mengkhawatirkan bagi tim yang pernah menjadi penghuni papan atas Liga Primer Inggris. Kekalahan ini juga menjadi yang ketiga secara beruntun sejak pelatih Igor Tudor mengambil alih kursi pelatih utama.
Situasi Terbaru Tottenham Hotspur
- Kartu merah Micky van de Ven pada babak pertama memudahkan Crystal Palace mencetak tiga gol balasan.
- Spurs kini menghadapi ancaman nyata untuk pertama kali dalam beberapa musim keluar dari Liga Primer.
- Pelatih Tudor belum memberikan kepastian akan tetap menangani tim pada pertandingan berikutnya menghadapi Liverpool.
Sementara itu, dunia sepakbola internasional juga disuguhi berita mengejutkan dari tim nasional Maroko. Pada 5 Maret, Asosiasi Sepakbola Maroko secara resmi mengumumkan bahwa pelatih kepala Walid Regragui mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan ini diambil meskipun Maroko saat ini menempati peringkat kesembilan dalam ranking FIFA dunia, sebagai salah satu tim terbaik benua Afrika.
Posisi pelatih kepala pun langsung diisi oleh Mohamed Ouahbi, mantan pelatih tim muda U20 Maroko yang diharapkan mampu membawa tim nasional ke arah yang lebih baik. Pergantian ini terjadi di tengah musim yang cukup kompetitif dan dinamis bagi tim berjuluk “Atlas Lions” tersebut.
Pengganti Regragui di Timnas Maroko
- Regragui mundur pada 5 Maret secara resmi dari jabatan pelatih kepala.
- Mohamed Ouahbi, pelatih tim U20, mendapatkan promosi sebagai pelatih kepala baru.
- Maroko tetap mempertahankan target mempertahankan prestasi di tingkat internasional.
Berita terbaru ini menambah dinamika besar di dunia sepakbola, baik di level klub maupun internasional. Tottenham Hotspur harus segera mencari solusi mengakhiri krisis di Liga Primer, sedangkan Maroko memulai babak baru dengan pelatih baru yang punya tugas besar menjaga dan meningkatkan performa tim.
Situasi Spurs kini sangat kritis karena mereka hanya terpaut sedikit poin dari zona degradasi dan menghadapi pertandingan berat di pekan berikutnya melawan Liverpool. Di sisi lain, Maroko harus cepat menyesuaikan diri dengan pelatih baru demi mempertahankan atau bahkan memperbaiki posisi mereka di kancah sepakbola internasional.





