
Dunfermline menyingkirkan juara bertahan Aberdeen dari Scottish Cup dengan kemenangan meyakinkan 3-0 di KDM Group East End Park. Hasil ini menjadi kejutan besar karena Dunfermline berasal dari divisi Championship, sedangkan Aberdeen merupakan tim kasta tertinggi.
Matty Todd membuka keunggulan untuk Dunfermline pada menit ke-14 setelah memanfaatkan kesalahan bek Mitchell Frame. Kemudian, Olly Thomas mencetak gol keduanya untuk tim itu pada menit ke-22, menambah tekanan pada skuad Aberdeen yang kalah dominasi.
Sekitar 4.000 pendukung Aberdeen hadir di Fife, namun semangat mereka runtuh saat Thomas memastikan kemenangan dengan gol ketiga pada menit ke-60. Banyak suporter mulai meninggalkan tribun, menunjukkan kekecewaan atas performa tim kesayangan mereka.
Aberdeen sebelumnya sudah mengalami kekalahan di liga saat menjamu Celtic, yang menandai performa buruk klub selama musim berjalan. Mereka juga masih dalam proses adaptasi dengan manajer interim Peter Leven setelah kepergian Jimmy Thelin dua bulan lalu.
Dunfermline, yang sebelumnya menyingkirkan Hibernian dari kompetisi ini, kini berpeluang melaju ke babak semifinal. Mereka akan bergabung dengan tim papan atas Falkirk, yang juga lolos ke babak berikutnya bersama dua pertandingan lain yang akan berlangsung pada hari Minggu.
Pada laga tersebut, Aberdeen sebenarnya sempat memberikan ancaman saat Stuart Armstrong melepaskan tembakan yang berhasil diblok kiper Aston Oxborough. Namun, keunggulan Dunfermline terus bertambah dengan serangan cepat yang dimanfaatkan baik oleh lini depan mereka.
Pelatih Peter Leven melakukan tiga pergantian pemain pada babak kedua untuk mencoba membalikkan keadaan. Meski demikian, Dunfermline berhasil merebut kembali kendali permainan dan berhasil memanfaatkan serangan balik yang cepat.
Parade peluang oleh Dunfermline berlangsung dengan baik, sementara Aberdeen kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Kiper Dimitar Mitov beberapa kali melakukan penyelamatan penting, namun upaya timnya tidak mampu menahan serangan tuan rumah.
Kemenangan ini disambut meriah oleh suporter Dunfermline yang memberikan aplaus untuk performa impresif timnya. Sementara bagi Aberdeen, hasil ini menandai kampanye yang penuh frustrasi dan kebutuhan evaluasi mendalam untuk sisa musim.





