
Liverpool harus segera mempertimbangkan merekrut Yan Diomande mengingat masa depan Mo Salah yang semakin tidak pasti di Anfield. Meski belum resmi, hampir pasti bahwa Mo Salah akan meninggalkan Liverpool dalam waktu dekat.
Mo Salah sempat menunjukkan ketidaksenangan secara terbuka pada Desember lalu. Ia mengungkapkan merasa ‘dilempar ke bawah bus’ setelah beberapa hasil buruk Liverpool tanpa menemukan solusi. Situasi ini membuat hubungan antara pemain dan klub sulit untuk diperbaiki.
Performa Salah di musim ini juga menjadi sorotan tajam. Dalam 21 laga Premier League, ia hanya berhasil mencetak lima gol dan mengemas enam assist. Ini jauh di bawah standar yang selama ini ia pertahankan di Liverpool, di mana ia selalu mampu mencetak minimal 18 gol per musim.
Liverpool tentu tidak bisa mengandalkan penurunan performa dan ketidakhadiran seorang striker andalan. Mereka perlu mencari pemain yang bisa langsung mengisi kekosongan dan mendukung visi pelatih Arne Slot. Salah satu nama yang terus dikaitkan dengan Liverpool adalah Yan Diomande dari RB Leipzig.
Diomande, meskipun baru berusia 19 tahun, sudah menunjukkan kualitas luar biasa. Ia telah mencetak 10 gol dan memberi 5 assist dalam 24 laga Bundesliga musim ini. Hanya satu pemain Leipzig yang lebih produktif darinya saat ini.
Dari sisi finansial, nilai pasar Diomande sekitar €47,2 juta, jumlah yang bisa dijangkau Liverpool. Namun Leipzig dikabarkan baru mau melepasnya jika mendapatkan penawaran minimal €80 juta. Kontraknya di sana juga masih panjang hingga Juni 2030, sehingga Leipzig tidak dalam tekanan untuk menjual.
Alasan utama Diomande layak dipertimbangkan Liverpool adalah kemampuannya yang serba bisa dan stabil. Ia pemain dua kaki natural serta memiliki kecepatan sekaligus fisik yang kuat, cocok dengan gaya permainan di Premier League. Diomande juga bisa bermain efektif di kedua sayap.
Dari catatan statistik, akurasi tembakannya mencapai 71% di Bundesliga, jauh lebih tinggi dibandingkan 40% milik Mo Salah di Premier League. Tingkat konversi golnya juga 23,8%, sementara Salah di angka 9,3%. Ini menunjukkan efisiensi Diomande dalam memanfaatkan peluang.
Secara total, Diomande juga melakukan lebih banyak operan dan memiliki akurasi passing sebesar 85,4%, lebih baik dari pasangannya di Liverpool yang 75,6%. Dari jumlah tembakan ke gawang, Diomande unggul dengan 22 tembakan tepat sasaran dibanding 14 oleh Salah, walaupun Salah mengambil lebih banyak kesempatan tembakan.
Pertarungan satu lawan satu kedua pemain juga menarik diperbandingkan. Diomande memenangkan 48,2% duelnya sedangkan Salah hanya 29,9%. Dalam urusan tekel, Salah sedikit lebih efektif dengan 80% keberhasilan, namun jumlah total tekel yang dicoba Diomande lebih banyak dengan 61,9% keberhasilan.
Mengingat usia yang masih sangat muda serta potensi besar, Diomande bisa menjadi investasi jangka panjang Liverpool. Sementara itu, Mo Salah yang makin menua dan mulai menurun performanya, kemungkinan besar akan memilih tantangan baru di Liga Pro Saudi yang menawarkan kontrak menggiurkan.
Dalam konteks ini, Liverpool harus segera melakukan pembicaraan serius untuk merekrut Yan Diomande. Jika berhasil, mereka tidak hanya menggantikan kehilangan Salah secara kualitas, tapi juga membangun masa depan penyerang sayap yang progresif dan efisien. Langkah ini juga sejalan dengan kebutuhan tim untuk tetap kompetitif dan dinamis di kancah Premier League maupun kompetisi Eropa.





