
Kasper Hjulmand menyatakan bahwa menghadapi Arsenal merupakan salah satu tantangan tersulit bagi Bayer Leverkusen dalam babak 16 besar Liga Champions. Hjulmand tetap antusias menyambut laga tersebut dan mengajak timnya untuk menikmati pertandingan besar bersama para pendukung.
Leverkusen mampu lolos ke babak knockout setelah mengalahkan Olympiakos dengan agregat 2-0. Mereka dipertemukan dengan Arsenal yang dianggap sebagai favorit juara dengan peluang 27% menurut prediksi superkomputer Opta.
Pengalaman Leverkusen di Kompetisi Eropa
Leverkusen sudah melewati empat dari lima laga gugur melawan klub Inggris sebelumnya, dengan satu kekalahan dari Liverpool pada musim 2004-05. Hjulmand mengakui bahwa timnya berstatus underdog dengan kemenangan hanya 19,1% untuk pertandingan pertama.
Menurut Hjulmand, Arsenal saat ini adalah tim terbaik di Eropa karena finis pertama di fase grup, menang semua pertandingan, mencetak gol terbanyak, dan kebobolan paling sedikit. Ia percaya Leverkusen memiliki peluang mengalahkan tim-tim besar seperti yang sudah mereka tunjukkan melawan Manchester City, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig.
Mentalitas dan Persiapan Tim
Pelatih asal Denmark ini menekankan pentingnya kepercayaan diri dalam laga ini. “Kamu harus percaya pada kemampuan sendiri. Kami memasuki laga dengan keyakinan dan akan berjuang habis-habisan di kandang agar bisa dapat hasil bagus untuk leg kedua,” ujarnya.
Leverkusen juga sedang dalam kondisi bagus setelah tiga pertandingan Liga Champions tanpa kalah dan selalu mencatat cleansheet. Ini menjadi modal penting meski menghadapi Arsenal yang mencetak gol paling banyak di fase grup, yakni 23 gol.
Optimisme dari Para Pemain
Kembalinya Patrik Schick dari cedera memperkuat lini serang Leverkusen. Christian Kofane menegaskan kesiapan tim untuk tampil berani menghadapi The Gunners. “Arsenal adalah tim besar, tapi kami sudah latihan dengan baik dan siap. Kami akan berani dan memberikan segalanya agar tak menyesal dan membahagiakan fans,” tuturnya.
Bayer Leverkusen kini fokus mengerahkan kemampuan terbaik pada laga kandang nanti. Meski peluang diunggulkan tidak besar, semangat juang dan persiapan matang menjadi kunci dalam duel satu langkah menuju perempat final Liga Champions melawan Arsenal.





