
Eden Hazard membagikan pandangannya tentang pengalaman bermain bersama dan melawan pemain-pemain terbaik dalam kariernya. Hazard menyebut Karim Benzema sebagai rekan setim terbaik dan Lionel Messi sebagai lawan terberat yang pernah dihadapinya.
Hazard memperjelas bahwa selama masa bermainnya di Chelsea dan Real Madrid, dia pernah berhadapan dengan banyak pemain hebat seperti Luka Modric, Frank Lampard, serta Didier Drogba. Namun, jika harus memilih satu rekan terbaik, Benzema menjadi pilihan utama karena kualitasnya di lapangan sangat mengesankan. Hazard mengatakan, "Ketika bersama Benzema, baik di pertandingan maupun latihan, saya selalu terkagum-kagum dengan level permainannya yang bak sebuah karya seni."
Dalam aspek lawan terkuat yang pernah dihadapinya, Hazard secara tegas menyebut Lionel Messi. Ia mengingat duel ikonik di babak 16 besar Liga Champions saat Real Madrid menghadapi Barcelona. Messi tampil dominan dengan mencetak dua gol yang hampir sendirian menyingkirkan timnya. Hazard menilai Messi sebagai sosok "yang tiada tanding" sehingga membuatnya menjadi lawan paling sulit sejauh ini.
Hazard juga mengungkapkan beberapa momen penting dalam kariernya. Ia menyebut Piala Dunia di Rusia sebagai puncak terbaik kariernya bersama timnas Belgia yang berhasil meraih tempat ketiga setelah mengalahkan Brasil di perempat final dan Inggris dalam perebutan juara ketiga. Menurut Hazard, pengalaman ini sangat membanggakan dan menjadi kenangan terindah.
Mengenai pelatih yang memberi pengaruh terbesar, Hazard menyebut Jose Mourinho selama di Chelsea. Ia mengaku mendapatkan kebebasan bermain dan kepercayaan yang membuat performanya optimal. “Mourinho sering bilang, ‘Hazard, selama kamu bisa mencetak gol, lakukan apa pun yang kamu mau’,” ujarnya.
Hazard juga berbicara tentang rivalitas fisik yang dialaminya di Liga Inggris. Ia mengaku tidak suka bertemu dengan Kyle Walker karena keberadaan Walker sebagai pemain yang sangat kuat secara fisik. Hazard mengatakan untuk melewati Walker ia harus mempersiapkan diri secara terbaik, termasuk beristirahat maksimal sebelum pertandingan.
Berikut rangkuman poin penting dari wawancara Eden Hazard:
- Rekan terbaik yang pernah bermain bersama: Karim Benzema karena kualitas permainan dan profesionalismenya.
- Lawan terkuat yang pernah dihadapi: Lionel Messi, dengan performa dominan di Liga Champions.
- Momen puncak karier: Piala Dunia Rusia dengan Belgia meraih peringkat ketiga.
- Pelatih paling berpengaruh: Jose Mourinho yang memberikan kebebasan dan kepercayaan.
- Rival tanding fisik tersulit: Kyle Walker, yang menjadi tantangan berat di Liga Inggris.
Hazard juga menyinggung soal kegembiraannya menjaga kecintaannya terhadap sepak bola dan bagaimana kebahagiaan terbesar kini adalah bermain bola bersama anak-anaknya di halaman rumah. Ia menegaskan bahwa ia selalu berusaha setia menjalankan hasratnya sejak awal karier tanpa berubah.
Selain hal sepak bola, Hazard memiliki minat lain di luar lapangan seperti bersepeda dan menjalankan bisnis pembuatan anggur serta minyak zaitun di Italia. Hobi baru ini menjadi bagian dari kehidupannya usai hengkang dari dunia kompetisi level tertinggi.
Pandangan Hazard ini memberikan gambaran yang kuat tentang kariernya dan interaksi dengan legenda sepak bola lain. Komentarnya mengangkat Benzema dan Messi sebagai figur penting dalam kisah profesionalnya dengan fakta dan pengalaman yang kredibel, memperkuat pemahaman tentang dinamika di balik layar sepak bola elite.





