Jordan Kritik Keras Komentar Arsenal Legend Keown yang Dinilai Memihak dan Tak Objektif

Simon Jordan secara terbuka mengkritik mantan bek Arsenal, Martin Keown, atas komentarnya yang dianggap berat sebelah selama pertandingan Liga Champions antara Arsenal melawan Bayer Leverkusen. Kontroversi muncul setelah Keown mendukung keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Arsenal pada menit ke-89.

Keown berpendapat bahwa Noni Madueke memang menerima kontak yang cukup untuk dijatuhkan di area kotak penalti. Ia menyatakan, “Untuk saya itu penalti. Sepatu kiri Madueke jelas terperangkap di tubuh Tillman,” demikian penjelasannya berdasarkan sudut pandang variasi tayangan ulang.

Namun, komentar Keown tersebut keluar dari pandangan banyak pihak, termasuk Simon Jordan yang menilai Keown tidak objektif terhadap mantan klubnya. Jordan menyindir Keown melalui media sosial dengan mengungkapkan, “Dia adalah grand fromage dari bias,” menunjukkan betapa kuat pengaruh keberpihakannya.

Selain Jordan, rekan pembawa acara talkSPORT, Gabby Agbonlahor, juga mengecam komentar Keown. Ia bahkan menuding Madueke melakukan diving dan menyebut penjelasan Keown semakin memperlihatkan ketidaknetralannya. Agbonlahor berkata, “Madueke menyelam. Penalti itu jelas tidak seharusnya terjadi.”

Diskusi ketidaknetralan Keown memang bukan hal baru di dunia sepak bola Inggris. Sebelumnya, Jordan dan Keown pernah bersitegang secara langsung setelah kemenangan Arsenal dalam derby London Utara melawan Tottenham. Keown menganggap Arsenal layak mendapat lebih banyak penghormatan.

Jordan membalas dengan menegaskan bahwa sikap Keown itu muncul dari kurangnya objektivitas. Ia menambahkan, “Anda menjadi sangat subyektif dan defensif terhadap Arsenal. Tidak ada agenda negatif terhadap klub itu, hanya ingin melihat secara adil.”

Selain komentar kontroversial terkait penalti tersebut, presenter TNT Sports juga sempat mempertanyakan Keown tentang kemampuannya menjaga objektivitas saat mengomentari Arsenal. Keown menjawab dengan tegas, bahwa dalam kasus kontak tersebut, VAR tidak akan membatalkan keputusan karena ada indikasi kontak yang jelas.

Polemik ini mencerminkan kompleksitas peran mantan pemain yang menjadi komentator sepak bola. Penggemar dan pakar media menuntut agar mereka mencerminkan analisis objektif, terutama saat membahas tim favorit lama.

Berikut beberapa poin utama dalam kontroversi ini:

1. Keputusan penalti diberikan kepada Arsenal di menit akhir setelah Madueke dijatuhkan.
2. Keown mendukung keputusan tersebut dan menilai kontak cukup untuk penalti.
3. Simon Jordan dan Gabby Agbonlahor mengkritik Keown karena dianggap bias terhadap Arsenal.
4. Ketegangan sebelumnya juga pernah terjadi antara Keown dan Jordan terkait komentar tentang performa Arsenal.
5. Peran VAR dalam kasus ini dipertanyakan karena tidak membatalkan keputusan penalti.

Kritik keras terhadap Keown menjadi refleksi penting tentang pentingnya objektivitas dalam dunia komentar olahraga. Perdebatan serupa sering muncul dalam pertandingan besar, di mana loyalitas mantan pemain dapat mempengaruhi penilaian mereka terhadap momen-momen krusial dalam pertandingan.

Berita Terkait

Back to top button