Kai Havertz Minta Maaf Usai Kontroversi Penalti Leverkusen yang Protes Keras Arsenal

Kai Havertz mencetak penalti kontroversial yang membawa Arsenal meraih kemenangan saat bertandang ke kandang Bayer Leverkusen. Penalti tersebut diberikan pada menit akhir setelah Noni Madueke, pemain pengganti Arsenal, terjatuh meski kontak dengan lawan sangat minim.

Havertz mengaku merasa kasihan kepada mantan klubnya itu. Dalam wawancara dengan DAZN, ia mengatakan bahwa penalti di menit-menit terakhir bukanlah situasi yang mudah, namun itu adalah momen yang sudah lama ia perjuangkan dalam kariernya.

Reaksi Bayer Leverkusen terhadap penalti

Kapten Bayer Leverkusen, Robert Andrich, menilai keputusan wasit memberikan penalti sangat lemah. Ia menjelaskan bahwa kontak yang terjadi sangat kecil dan Madueke terlihat sengaja jatuh, sehingga penalti seharusnya tidak diberikan.

Pelatih Leverkusen, Kasper Hjulmand, turut mengkritik keputusan wasit. Ia menegaskan tidak ada kontak nyata dalam insiden tersebut dan jika wasit atau VAR tidak meniup peluit, penalti seharusnya tidak terjadi.

Dampak gol dan prospek pertandingan selanjutnya

Gol dari penalti Havertz tersebut sangat penting bagi Arsenal yang sebelumnya sempat tertinggal 0-1 dari gol Andrich. Kemenangan ini meningkatkan peluang Arsenal untuk melaju ke babak perempat final Liga Champions.

Arsenal akan menjamu Bayer Leverkusen di Emirates Stadium pada pertemuan berikutnya. Jika Arsenal lolos, mereka akan menghadapi pemenang antara Bodo/Glimt atau Sporting Lisbon, dengan Bodo/Glimt unggul 3-0 dari leg pertama.

Komentar manajer Arsenal

Mikel Arteta mengapresiasi ketenangan Havertz dalam mengambil penalti. Ia menyebut gol tersebut sebagai momen istimewa karena Havertz kembali mencetak gol penting ke bekas klubnya setelah sekian lama meninggalkannya. Arteta menilai kejadian tersebut memperkaya cerita dalam dunia sepak bola.

Berita Terkait

Back to top button