Alasan Man Utd Sebaiknya Tak Rekrut Alphonso Davies dari Bayern untuk Perkuat Tim

Musim panas kali ini menjadi momen krusial bagi Manchester United dalam menentukan arah timnya. Keputusan mengenai manajer baru dan pergerakan pemain akan sangat menentukan keberhasilan klub.

Michael Carrick saat ini mengantar United ke posisi ketiga Liga Premier dengan tujuh laga tersisa. Terpaut enam poin dari Liverpool, persaingan untuk zona Liga Champions masih sengit.

Dalam konteks ini, nama Alphonso Davies dari Bayern Munich kembali dikaitkan dengan setan merah. Klub disebut-sebut mempertimbangkan Davies sebagai opsi untuk mengisi posisi bek kiri yang akan ditinggalkan Tyrell Malacia.

Namun, ada kekhawatiran besar terkait riwayat cedera Davies. Pemain asal Kanada itu saat ini absen akibat cedera hamstring dan sebelumnya sudah beberapa kali mengalami cedera serius lainnya.

Sejak tahun 2020, Davies tercatat mengalami tiga cedera pergelangan kaki, tiga cedera lutut, tiga cedera paha, ditambah masalah jantung, cedera kepala, dan masalah pinggul. Total, ia absen sekitar 615 hari sejak 2020.

Di usia 25 tahun, Davies masih punya potensi berkembang, tapi riwayat cederanya menimbulkan keraguan. Liga Premier yang dikenal sangat fisik, kemungkinan akan menambah risiko cedera bagi pemain cepat dan rentan seperti Davies.

Kontraknya bersama Bayern baru saja diperpanjang hingga Juni tahun 2030, menandakan Bayern masih percaya pada potensi Davies. Namun, keberhasilan mereka membuka peluang transfer memperlihatkan keinginan melepasnya akibat masalah kebugaran jangka panjang.

Performa Davies cukup impresif dengan kontribusi 23 assist di Bundesliga, 4 assist di kompetisi domestik, dan 9 di Liga Champions. Dia juga mencetak gol reguler untuk ukuran bek kiri.

Sementara itu, status Luke Shaw di United diprediksi akan tergeser atau bahkan berakhir jika Davies datang. Shaw yang lebih tangguh tapi juga banyak didera cedera, kini berusia 30 tahun dan masa kontraknya berakhir musim depan. Kelemahan terbesarnya adalah kurangnya kecepatan.

Berikut gambaran cedera yang dialami Luke Shaw selama beberapa tahun terakhir:
1. Empat cedera paha
2. Empat cedera otot
3. Sakit kepala dan dua kali penyakit
4. Cedera betis, kaki, dan lutut

Shaw mencatat 17 assist dan tiga gol di Liga Premier, namun masih kalah produktif dibanding Davies secara total kontribusi gol dan assist di berbagai kompetisi.

United harus berhati-hati agar tidak melakukan kesalahan transfer berulang. Mendesak untuk menginvestasikan dana dan waktu pada pemain yang lebih bisa diandalkan secara fisik dan sering bermain lebih dari 30 pertandingan per musim.

Alternatif yang lebih realistis adalah mendongkrak pemain muda dari akademi atau mencari bek kiri menyerang dengan performa dan kebugaran stabil. Kebutuhan akan kreativitas Davies memang kuat, tapi konsistensi kehadirannya di lapangan juga harus diperhitungkan.

Keputusan akhir mengenai manajer baru akan berpengaruh besar dalam menentukan strategi transfer. Sang pelatih yang dipilih tentunya akan memiliki visi soal profil pemain ideal di pos bek kiri.

Jadi, walau Davies punya keunggulan kecepatan dan skill ofensif, kerentanan cedera serta tantangan adaptasi di Liga Premier membuat transfernya ke United berisiko besar. Klub harus menghindari kegagalan serupa dan memastikan investasi yang tepat demi keberlanjutan tim.

Berita Terkait

Back to top button