
Mo Salah: Pemain Terbaik Premier League Dekade Terakhir dan Salah Satu Legenda Liverpool
Mohamed Salah telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik di Premier League dalam sepuluh tahun terakhir. Sejak bergabung dengan Liverpool pada bulan Juli, 2017, ia berhasil mendongkrak performa tim dan menetapkan standar baru di level klub maupun kompetisi.
Jurgen Klopp, manajer Liverpool saat kedatangan Salah, menyatakan bahwa ia telah mengikuti perkembangan sang pemain sejak era Basel. Klopp menilai Salah sudah matang dan akan menambah daya saing di lini depan Liverpool yang sebenarnya sudah kuat. Namun kenyataannya, kontribusi Salah jauh melampaui ekspektasi tersebut.
Dalam setengah musim pertama, Salah berhasil menyamai rekor gol Roger Hunt dengan 23 gol sebelum pergantian tahun. Klopp pun mengakui bahwa performa pemain Mesir itu telah melampaui harapannya secara seratus persen. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu pemain kunci dalam sejarah Liverpool.
Salah telah mencetak 255 gol dari 435 pertandingan untuk Liverpool, menempatkannya di posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub. Perolehan gol ini sudah melewati banyak legenda terdahulu dan akan terus bertambah hingga akhir musim ini. Di bawah kepemimpinannya, Liverpool meraih sejumlah trofi besar, termasuk gelar liga dan Liga Champions.
Statistik dan Pengaruh di Premier League
Salah menonjol sebagai salah satu pencetak gol dan kreator peluang terbaik di Premier League. Ia termasuk tiga besar pencetak gol terbanyak kompetisi, hanya di belakang Alan Shearer, Wayne Rooney, dan Harry Kane. Namun demikian, keunikan Salah adalah posisinya sebagai winger, bukan striker murni, yang menunjukkan kualitasnya yang berbeda.
Pemain ini merupakan satu-satunya dalam sejarah Premier League yang memenangkan penghargaan PFA Player of the Year sebanyak tiga kali. Pada musim terbarunya, ia mencatatkan 47 keterlibatan gol, kombinasi gol dan assist tertinggi dalam satu musim 38 laga. Peran tersebut krusial dalam mengantarkan Liverpool meraih gelar juara liga di bawah arahan Arne Slot.
Dalam sembilan tahun terakhir, Salah memimpin dalam berbagai kategori penting, seperti jumlah gol, assist, tembakan ke gawang, peluang terbuka yang diciptakan, serta sentuhan bola di kotak penalti lawan. Total gabungan gol dan assistnya mencapai 281, unggul signifikan lebih dari 100 lebih banyak dari pemain terbaik kedua, Heung-Min Son.
Konsistensi dan Ketangguhan
Selain bakat luar biasa, Salah dikenal karena ketangguhannya di lapangan. Ia termasuk pemain dengan jumlah penampilan terbanyak sejak musim pertamanya di Liverpool, hanya kalah dari Jordan Pickford dan James Tarkowski. Konsistensi ini menjadi faktor kunci produktivitasnya yang stabil dalam jangka panjang.
Walaupun Liverpool sempat mengalami penurunan performa, kontribusi Salah nyaris tidak pernah merosot secara signifikan hingga musim ini. Bahkan pada musim yang dianggap sebagai penurunan, kontribusi gol dan assistnya masih termasuk yang tertinggi di divisi tersebut. Ia juga menjadi satu-satunya pemain Liverpool yang masuk dalam daftar PFA Team of the Year pada musim tersebut.
Peran manajer seperti Klopp dan Slot patut diapresiasi karena strategi dan penyesuaian yang mendukung performa maksimal Salah. Klopp menempatkan Salah di sisi kanan serangan dengan menyerahkan sisi kiri kepada Sadio Mane, sementara Slot mengurangi tugas defensifnya agar fokus menyerang.
Perubahan dan Tantangan Terbaru
Kontrak terbaru yang ditandatangani Salah di akhir musim sebelumnya dipangkas durasinya, sebagai tanda perubahan dinamika dalam performanya. Musim terkini menunjukkan penurunan signifikan pada kontribusinya di lapangan, yang sebagian dikarenakan perubahan personel dan hilangnya Trent Alexander-Arnold, yang merupakan penyokong utama asistnya.
Selain faktor eksternal, usia juga mulai mempengaruhi performa Salah. Mendekati usia 34 tahun, stamina dan kecepatan yang selama ini menjadi keunggulannya mulai berkurang. Meski demikian, setelah sempat mengalami ketegangan dengan Arne Slot dan sempat dicoret dari tim utama, kembalinya Salah pasca Piala Afrika memberikan kesempatan untuk mengakhiri kariernya di Liverpool dengan prestasi gemilang.
Salah tetap dianggap sebagai sosok yang telah mengubah sejarah Liverpool secara signifikan. Warisannya sebagai salah satu legenda klub dan bintang Premier League terlihat jelas dari statistik dan pengaruh positif yang ia bawa selama hampir satu dekade bersama The Reds.





