Man United Panggil Bryan Robson, Peringatan Keras untuk Bintang Muda Soal Jebakan Uang

Manchester United disebut kembali mengandalkan sosok legenda klub, Bryan Robson, untuk memberi peringatan keras kepada para pemain muda soal jebakan keuangan yang kerap mengintai pesepak bola. Langkah ini muncul setelah Robson menilai banyak pemain muda terlalu mudah menjadi sasaran agen, penipu, dan pihak tak bertanggung jawab sejak menandatangani kontrak profesional pertama mereka.

Robson, yang kini berusia 69 tahun, mengaku terdorong bertindak setelah menyaksikan banyak mantan pemain jatuh bangkrut. Ia juga pernah merasakan sendiri kerugian besar, termasuk Rp sekitar 5 miliar dari skema investasi yang tak pernah terwujud di Kanada dan sekitar Rp 11 miliar dari investasi film yang diklaim memberi keringanan pajak.

Peringatan dari legenda Old Trafford

Robson menegaskan bahwa pemain muda langsung menjadi target begitu mereka masuk dunia profesional. Menurutnya, uang besar, popularitas, dan rasa percaya diri yang tinggi bisa membuat mereka rentan dimanfaatkan oleh orang-orang yang mengejar keuntungan pribadi.

Ia menyebut banyak pesepak bola terlalu bangga untuk mengakui saat mereka tertipu. Karena itu, mereka sering menyimpan masalah sendiri hingga terlambat mencari bantuan dan akhirnya terjebak dalam tekanan yang lebih besar.

Mengapa Man United ikut terlibat

Manchester United menjadi klub pertama yang diajak Robson untuk menyampaikan pesan ini kepada pemain muda. Inisiatif itu dibicarakan saat makan malam bersama Roger Bell, chief finance officer INEOS, yang melihat nilai praktis dari program edukasi tersebut.

Bell disebut memahami bahwa nasihat soal uang sering kali tidak mudah diterima oleh pesepak bola muda. Karena itu, Robson dipilih sebagai penyampai pesan karena ia sosok yang dihormati dan masih dekat dengan lingkungan klub.

Bersama Simon Andrews bentuk Xentum Sport

Untuk menjalankan misi ini, Robson bekerja sama dengan mantan pemain United lainnya, Simon Andrews, yang kini berkarier di bidang penasihat keuangan. Keduanya membentuk Xentum Sport untuk membantu pemain mengenali risiko seperti biaya agen tersembunyi, skema pembiayaan mobil yang berlebihan, hingga godaan membeli barang mewah di luar kemampuan.

Mereka menilai edukasi finansial harus dilakukan sedini mungkin, terutama kepada pemain yang baru menembus akademi dan tim utama. Robson dan Andrews ingin para pemain memiliki rencana keuangan yang realistis, bukan sekadar mengikuti gaya hidup yang terlihat mewah di luar lapangan.

Masalah yang ditemukan di ruang edukasi

Robson sudah berbicara di depan tim U-18, U-21, tim wanita United, dan staf kesejahteraan pemain. Dalam sesi itu, terungkap bahwa sebagian pemain muda belum memahami kewajiban pajak atas tunjangan seperti rumah dari klub atau layanan kesehatan.

Berikut beberapa temuan yang disebut muncul dari percakapan tersebut:

  1. Biaya tersembunyi dari agen dalam kontrak, properti, dan mobil.
  2. Pajak atas fasilitas tambahan yang sering tidak dipahami pemain muda.
  3. Perencanaan rumah mahal tanpa menghitung cicilan dan bea terkait.
  4. Gaya hidup mewah yang dipaksakan demi menjaga citra di depan teman sebaya.
  5. Tekanan psikis saat pendapatan turun setelah pindah klub dengan gaji lebih rendah.

Salah satu contoh yang dibagikan adalah pemain berusia 20 tahun yang sudah menabung £150.000 atau sekitar Rp sekitar 3 miliar, tetapi mengira uang itu cukup untuk membeli rumah senilai £3,5 juta atau sekitar Rp sekitar 70 miliar. Ia ternyata belum memahami konsep hipotek dan bea materai.

Robson: pemain muda mudah jadi sasaran

Robson juga menyoroti peran keluarga yang sering kali ikut mencoba membantu, tetapi tidak selalu punya pengetahuan cukup soal keuangan modern pemain sepak bola. Ia menilai situasi sekarang jauh lebih kompleks karena nilai kontrak, pajak, dan potensi penyalahgunaan jauh lebih besar dibanding era saat dirinya bermain.

Menurut Robson, banyak pesepak bola muda butuh panduan sederhana agar tidak hidup di luar kemampuan. Ia menegaskan bahwa pesan utama yang ingin ia sampaikan bukan cara membelanjakan uang, melainkan cara melindungi diri dan membuat rencana yang aman.

Dukungan meluas di luar United

Kampanye edukasi ini mulai mendapat dukungan dari nama lain di sepak bola, termasuk Chris Smalling yang pernah memperkuat Manchester United dan Roma. Xentum Sport juga mulai memperluas layanan ke cabang olahraga lain seperti kriket, rugby, dan tinju dengan dukungan Johnny Nelson.

Robson menutup pesan utamanya dengan penekanan bahwa dunia sepak bola penuh dengan orang yang tidak bisa langsung dipercaya. Karena itu, ia ingin para pemain muda memahami risiko sejak awal agar mereka bisa menjaga karier dan masa depan finansial mereka dengan lebih baik.

Berita Terkait

Back to top button