Thomas Tuchel kembali memanggil para pemain intinya saat Inggris bersiap menghadapi Jepang dalam laga uji coba di Wembley. Setelah menahan Uruguay 1-1, The Three Lions kini mendapat suntikan tenaga dari Harry Kane, Bukayo Saka, Declan Rice, Anthony Gordon, Elliot Anderson, Marc Guehi, Morgan Rogers, Ezri Konsa, Dean Henderson, dan Nico O’Reilly yang kembali ke skuad.
Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi Tuchel untuk menilai para pemain sebelum menyusun daftar awal menuju Piala Dunia. Inggris juga membawa modal statistik yang solid, termasuk rekor tak terkalahkan dalam tiga pertemuan dengan Jepang dan rentetan 21 laga beruntun selalu mencetak gol di semua kompetisi.
Skuad inti kembali, Tuchel punya lebih banyak opsi
Inggris sempat menjalani laga melawan Uruguay tanpa sejumlah nama utama karena rotasi dan kebugaran. Namun, beberapa pemain yang diistirahatkan kini kembali bergabung, sementara John Stones masih harus menjalani penilaian cedera di Manchester City.
Rice dan Saka juga pulang ke Arsenal, sedangkan Noni Madueke dan Adam Wharton mengalami masalah fisik saat menghadapi Uruguay. Meski begitu, Tuchel tetap memiliki banyak pilihan di hampir semua lini untuk menentukan komposisi terbaik.
Daftar pemain yang kembali bergabung ke tim Inggris:
- Harry Kane
- Anthony Gordon
- Elliot Anderson
- Marc Guehi
- Morgan Rogers
- Ezri Konsa
- Dean Henderson
- Nico O’Reilly
Garner menarik perhatian pada debutnya
Salah satu sorotan terbesar dari laga sebelumnya datang dari James Garner. Tuchel memuji gelandang serba bisa milik Everton itu dan menyebutnya sebagai “mini-Valverde”, pujian yang menunjukkan besarnya kesan yang ia tinggalkan.
Garner tampil menjanjikan dengan menciptakan empat peluang, menorehkan 15 umpan di sepertiga akhir lapangan, dan memenangi enam dari sembilan duel. Performa itu memperkuat peluangnya untuk kembali mendapat menit bermain saat Inggris menghadapi Jepang.
Peran Garner juga dinilai cocok dengan kebutuhan Inggris yang kehilangan pengambil bola mati utama. Musim ini ia membuat 21 peluang dari situasi set-piece di Premier League, angka yang menempatkannya di posisi lima besar kompetisi.
Persaingan lini tengah dan serangan makin ketat
Kembalinya Anderson memberi Tuchel opsi untuk menata ulang lini tengah, terutama karena Rice dan Wharton absen. Kombinasi Garner dan Anderson dinilai lebih progresif, meski Jordan Henderson tetap menjadi opsi berpengalaman yang dipercaya pelatih.
Di lini serang, Kane kembali sebagai nama utama, sementara Gordon dan Rogers juga siap bersaing. Marcus Rashford sempat mencuri perhatian saat melawan Uruguay dengan enam dribel sukses, tetapi posisinya belum aman karena persaingan di depan makin padat.
Phil Foden juga berada dalam sorotan setelah tampil kurang meyakinkan pada laga sebelumnya. Dengan skenario seperti ini, Tuchel akan memakai laga kontra Jepang untuk melihat siapa yang paling siap mengisi slot menuju turnamen besar.
Inggris menjaga tren, Jepang datang dengan kepercayaan diri
Secara historis, Inggris punya catatan bagus melawan Jepang dan belum pernah kalah dari tim Asia dalam 10 percobaan. The Three Lions juga terus produktif karena selalu mencetak gol dalam 21 pertandingan terakhir di semua ajang sejak hasil imbang tanpa gol melawan Slovenia di Euro.
Namun, performa Inggris di laga persahabatan tidak sepenuhnya stabil. Mereka hanya meraih dua kemenangan dari tujuh uji coba terakhir, setelah sebelumnya mencatat 12 kemenangan beruntun dalam rangkaian laga persahabatan pada periode sebelumnya.
Jepang sendiri datang dengan modal yang kuat setelah tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir melawan tim Eropa. Mereka juga memenangi delapan dari 11 laga terakhir di semua kompetisi, termasuk kemenangan meyakinkan atas Skotlandia di Hampden Park.
Ancaman Jepang tetap harus diwaspadai
Junya Ito menjadi salah satu pemain paling berbahaya di kubu Jepang karena sedang dalam performa bagus. Kaoru Mitoma dan Daizen Maeda juga memberi ancaman tambahan di lini depan, membuat Jepang punya keseimbangan antara organisasi permainan dan efektivitas serangan.
Opta memprediksi Inggris lebih berpeluang menang setelah menjalankan 10.000 simulasi berbasis data. Model itu memberi Inggris peluang menang 59,6 persen, sementara Jepang berada di angka 19,3 persen dan hasil imbang 21,2 persen.
Pemain yang paling disorot jelang laga
- Harry Kane – sudah mengoleksi 48 gol di semua ajang untuk Bayern Munich musim ini.
- James Garner – tampil menonjol pada debutnya dan kuat dalam situasi bola mati.
- Marcus Rashford – mencatat enam dribel sukses saat melawan Uruguay.
- Junya Ito – terlibat dalam empat gol dari tiga laga terakhir Jepang.
- Phil Foden – masih mencari performa terbaik untuk mengamankan tempat di skuad besar.
Kane kembali menjadi fokus utama setelah mencetak 10 gol dalam 10 penampilan terakhirnya untuk tim nasional. Dengan para pemain inti kembali, Wembley diperkirakan menyajikan laga yang lebih agresif dari Inggris saat Tuchel terus menyaring opsi terbaik sebelum mengambil keputusan penting untuk skuad Piala Dunia.
