Keinan Davis Bersinar di Udinese, Solusi Baru Masalah Striker Inggris Tuchel?

Kienan Davis kini menjadi salah satu penyerang paling menarik di Serie A setelah tampil tajam bersama Udinese. Performa itu mulai membuka kembali perbincangan soal peluangnya masuk radar Thomas Tuchel untuk timnas Inggris menjelang Piala Dunia mendatang.

Perjalanan Davis menuju titik ini tidak instan, karena kariernya sempat berada di persimpangan setelah dilepas Stevenage saat masih remaja dan kemudian berjuang di level bawah bersama Biggleswade Town. Di momen lain yang krusial, ia juga sempat kehilangan tempat di Aston Villa akibat cedera dan persaingan ketat di lini depan.

Keputusan pindah ke Italia yang mengubah arah karier

Davis mengaku sempat memiliki banyak opsi di Championship sebelum akhirnya menerima tawaran Udinese pada bursa transfer terakhir. Ia mengatakan keputusan itu berubah setelah mendapat masukan dari Dave Northfield, sosok yang pernah membantunya saat masa sulit lebih awal dalam karier.

Menurut Davis, dorongan dari Northfield membuatnya melihat pilihan itu dari sudut pandang yang berbeda, termasuk kesempatan bermain di stadion besar seperti San Siro. Dari situ, ia menilai langkah ke Serie A lebih masuk akal dibanding bertahan di Inggris dengan persaingan yang tak kalah berat.

Produktif di Serie A dan masuk persaingan top skor

Di Udinese, Davis menunjukkan grafik yang jauh lebih baik dari masa-masa sebelumnya di Aston Villa. Ia telah mencatat 10 gol dan tiga assist dalam 26 penampilan di liga, angka yang menempatkannya di posisi tiga besar daftar pencetak gol Serie A dan hanya terpaut dari Lautaro Martinez di puncak dengan 14 gol.

Catatan itu juga menunjukkan pengaruh besar Davis di lini depan Udinese, bukan sekadar sebagai pelengkap serangan. Dengan kontribusi sebesar itu, namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu striker Inggris paling efektif di liga top Eropa saat ini.

Rintangan di Aston Villa dan titik balik mental

Sebelum bersinar di Italia, Davis lebih dulu melalui periode sulit di Aston Villa. Dalam enam musim, ia kerap diganggu cedera yang menghambat perkembangannya, meski sesekali tetap memperlihatkan potensi.

Ia kemudian menjalani masa pinjaman ke Nottingham Forest dan Watford, dengan Forest menjadi salah satu fase penting saat membantu klub promosi lewat lima gol dan dua assist. Namun, saat kembali ke Villa pada 2023, Davis merasa situasinya sudah tidak lagi berpihak kepadanya.

  1. Cedera yang berulang mengganggu konsistensi bermainnya.
  2. Masa pinjaman memberi menit bermain, tetapi belum cukup untuk mengamankan tempat di Villa.
  3. Situasi setelah kembali dari Nottingham Forest memperjelas bahwa masa depannya ada di tempat lain.

Davis menilai perubahan terbesar datang dari sisi mental. Ia mengaku dulu terlalu pasif dan hanya bersyukur bisa berada di klub besar, tetapi kini ia merasa lebih kuat, lebih percaya diri, dan sadar bahwa dirinya memang layak bermain di level tinggi.

Mengapa namanya masuk pembicaraan timnas Inggris

Kebangkitan Davis terjadi saat Inggris masih mencari solusi di posisi penyerang cadangan untuk Harry Kane. Ollie Watkins kehilangan tempat, Dominic Calvert-Lewin belum memanfaatkan peluang, sementara Dominic Solanke juga belum stabil dalam menit bermain.

Thomas Tuchel bahkan sempat mencoba Phil Foden sebagai false nine untuk mengatasi masalah itu, yang menunjukkan betapa pentingnya kedalaman skuad di posisi ujung tombak. Dalam konteks itu, produktivitas Davis di Serie A membuat namanya layak dipantau lebih serius.

Ia sendiri menegaskan bermain untuk Inggris memang akan menjadi kebanggaan besar, tetapi bukan obsesinya saat ini. Davis juga masih mempertimbangkan jalur internasional bersama Jamaika, meski pengalaman di tim Inggris U20 tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.

Faktor yang membuat Davis relevan untuk Inggris

  1. Produktif di liga elite Eropa dengan rasio kontribusi gol yang tinggi.
  2. Punya pengalaman menghadapi pertahanan level atas di Serie A.
  3. Sedang berada dalam fase percaya diri dan kebugaran yang stabil.
  4. Bisa memberi opsi berbeda untuk Inggris yang masih mencari pelapis Kane.

Dengan kondisi fisik yang membaik, menit bermain yang konsisten, dan mental yang lebih matang, Davis kini tampil sebagai pemain yang berbeda dari masa-masa awalnya di Inggris. Ia tidak lagi sekadar nama yang pernah menjanjikan, melainkan penyerang yang sedang memanfaatkan panggung Serie A untuk mengubah masa depannya.

Exit mobile version