Bek Borussia Dortmund, Luca Reggiani, mengaku menjalani beberapa bulan yang luar biasa setelah berhasil menembus tim utama. Pemain muda asal Italia itu juga mencatat debut di Liga Champions dan mencetak gol senior pertamanya, dua pencapaian yang membuat namanya makin menonjol di skuad BVB.
Reggiani, yang didatangkan dari Sassuolo, mengatakan keputusan bergabung dengan Dortmund terasa tepat sejak awal. Kepada Cronache di Spogliatoio, ia menuturkan bahwa setelah delapan tahun bersama Sassuolo, ia sudah hampir mantap ketika mengetahui Borussia Dortmund menginginkannya.
Perjalanan cepat yang di luar dugaan
Reggiani mengakui perkembangan kariernya berjalan lebih cepat dari perkiraan. Ia menyebut dirinya tidak menduga adaptasi dan progresnya bisa berlangsung secepat ini, namun ia menilai kepercayaan klub menjadi faktor penting dalam lonjakan performanya.
- Bergabung dari Sassuolo setelah delapan tahun di klub tersebut.
- Menembus tim utama Borussia Dortmund pada musim ini.
- Melakoni debut di Liga Champions saat melawan Atalanta.
- Mencetak gol senior pertamanya ke gawang Augsburg.
Debut Liga Champions yang berkesan
Reggiani menyebut debutnya di Liga Champions sebagai momen spesial, meski ia tidak menampik sempat gugup. Ia mengatakan dukungan rekan setim sangat membantu sepanjang pertandingan, sehingga ia bisa melewati tekanan di laga besar itu.
Ia juga mengingat percakapannya dengan Honest Ahanor sebelum laga. Saat Ahanor bertanya apakah ia akan bermain, Reggiani menjawab ya, dan lawannya itu disebut terkejut serta tak menyangka kabar tersebut benar terjadi.
Gol perdana dan sambutan di Yellow Wall
Momen lain yang paling membekas bagi Reggiani datang saat ia mencetak gol pertamanya untuk tim senior melawan Augsburg. Ia menceritakan Nico Schlotterbeck kemudian menariknya ke arah Yellow Wall agar ia mendapat tepuk tangan dari para suporter.
Bagi bek muda itu, suasana di stadion Dortmund memberi kesan mendalam. Ia menyebut stadion Borussia Dortmund sebagai yang paling indah di dunia, sekaligus menegaskan betapa besar arti dukungan publik tuan rumah dalam perjalanan awalnya bersama klub.
