Tottenham Menanggung Kesalahan Sendiri Saat PSG Hancurkan Mereka di Liga Champions

Tottenham Hotspur menghadapi kekalahan telak saat bermain melawan Paris Saint-Germain (PSG) di Liga Champions. Tim asal London Utara ini seharusnya menyalahkan diri sendiri setelah dibongkar habis oleh PSG di Parc des Princes.

Thomas Frank melakukan empat perubahan dalam skuadnya dengan memasukkan Djed Spence, Archie Gray, Richarlison, dan Lucas Bergvall. Namun, PSG yang bermain tanpa Ousmane Dembele dan Achraf Hakimi tetap mendominasi pertandingan sejak awal.

PSG menguasai bola hingga 80% dalam 15 menit pertama dengan empat tembakan, meskipun belum masuk ke kotak penalti Tottenham. Sedangkan Tottenham gagal melancarkan satu pun tembakan dalam 30 menit awal, sebuah masalah yang kerap mereka alami musim ini.

Menariknya, Tottenham yang sedang tertekan mampu membuka skor terlebih dahulu lewat Richarlison yang memanfaatkan umpan Randal Kolo Muani. Ini menjadi gol ketiga Richarlison di Liga Champions setelah dua gol debutnya terhadap Marseille.

Namun, PSG segera membalas lewat Vitinha dengan tembakan jarak jauh yang indah, mencatatkan gol ke-11 dari luar kotak penalti musim ini. Vitinha juga menorehkan akurasi umpan mencapai 92,6% sepanjang pertandingan.

Kolo Muani pun sempat membawa PSG unggul lewat assist Joao Neves kepada Fabian Ruiz, namun Tottenham kembali menyamakan kedudukan tiga menit kemudian. Penguasaan bola dan duel di lini tengah didominasi oleh Neves dan Khvicha Kvaratskhelia yang berhasil menggiring bola 16 dan 14 kali.

Babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Tottenham karena mereka kebobolan tiga gol dalam 15 menit pertama. Statistik menunjukkan Tottenham kebobolan tiga gol di awal babak kedua, sebuah catatan buruk yang jarang terjadi.

Di lini belakang, Micky van de Ven dan Cristian Romero berusaha menahan gempuran PSG. Namun, rekan setim mereka banyak kehilangan bola hingga 26 kali, membuat tekanan terus bertambah kepada pertahanan Spurs.

PSG semakin memperlebar jarak ketika Willian Pacho mencetak gol keempat pada menit ke-60, mengulang catatan buruk Tottenham yang terakhir kali kebobolan empat gol dalam dua pertandingan beruntun pada tahun 2003.

Kolo Muani mencetak gol ketiga Tottenham sekaligus gol keduanya dalam pertandingan ini. Sayangnya upaya comeback Spurs langsung sirna ketika Cristian Romero melakukan handball yang berujung penalti bagi PSG.

Vitinha sukses menjalankan tugasnya dengan mencetak hat-trick sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak PSG di Liga Champions musim ini. Wasit Felix Zwayer juga mencatatkan rekor dengan memberikan empat penalti dalam tiga pertandingan Liga Champions yang berlangsung musim ini.

Zwayer kemudian mengeluarkan kartu merah untuk Lucas Hernandez, menambah tekanan pada Tottenham yang harus menerima kekalahan dengan skor telak 5-3 di kandang PSG. Tottenham juga mencatatkan sejarah baru yakni kebobolan lima gol di laga tandang Liga Champions untuk pertama kalinya.

Meski sempat mengirim lima tembakan dalam 10 menit terakhir pertandingan, hanya satu yang tepat sasaran dan itu tak cukup untuk membalikkan keadaan. Kekalahan ini menjadi pengingat bagi Tottenham bahwa kurangnya disiplin dan kehilangan bola terlalu sering menjadi biang kekalahan mereka saat melawan tim kuat seperti PSG.

Back to top button