
Paolo Di Canio, legenda Lazio, menyoroti performa Inter Milan usai kekalahan mereka dari Atletico Madrid di Liga Champions. Dia menilai pelatih Cristian Chivu harus memberi teguran secara individu kepada pemain setelah gol penentu kemenangan Jose Gimenez pada masa injury-time.
Di Canio merasa Inter seharusnya kecewa karena kebobolan saat skor masih 1-1. Menurutnya, ada kekurangan karakter yang terlihat dalam permainan, meskipun secara teknis pertahanan seperti Alessandro Bastoni sudah melakukan tugasnya dengan baik.
Analisis Di Canio terhadap Kekalahan Inter
Di Canio menilai Chivu sudah melakukan penilaian yang tepat, namun perlu evaluasi yang lebih rinci terhadap situasi-situasi yang terjadi di lapangan. Dia menekankan bahwa tidak boleh ada celah seperti gol kedua Atletico, apalagi ketika Inter punya peluang untuk unggul 2-1.
Menurutnya, komunikasi Chivu yang tenang memang diperlukan, namun ia menginginkan pendekatan yang lebih tegas dan spesifik kepada individu. "Saya setuju dengan penggunaan kata ‘kami’," ujarnya, "tapi pelatih juga harus mengatakan ‘kau’ langsung ke pemain yang melakukan kesalahan."
Mengenai Tanggung Jawab Individu
Di Canio memberi contoh soal pengawalan di kotak penalti saat terjadi tendangan silang. Ia mempertanyakan siapa yang harus mengawasi pemain lawan yang datang saat si pemain bertahan tidak mampu melompat menghalau bola. Ini menunjukkan adanya masalah dalam pembagian tugas dan konsentrasi pemain.
Dia berpesan agar Chivu menegaskan tanggung jawab setiap pemain dengan lebih jelas untuk menghindari kejadian serupa. Ketegasan tersebut menurut Di Canio sangat penting untuk membangun karakter dan menghilangkan keraguan di dalam tim Inter Milan.
Dukungan Di Canio terhadap pendekatan individu ditujukan agar Inter bisa segera bangkit dan menunjukan performa terbaik mereka di kompetisi mendatang. Ia meyakini evaluasi yang menyeluruh dengan fokus pada kesalahan personal dapat meningkatkan kualitas dan determinasi para pemain.





