
Arsenal tampil dominan saat menghadapi Club Brugge di Liga Champions. Tim asuhan Mikel Arteta menunjukkan ketangguhan meskipun beberapa pemain kunci sempat absen akibat cedera.
Club Brugge sedang mengalami masa sulit dengan tiga kekalahan beruntun. Pelatih Nicky Hayen bahkan dipecat dua hari sebelum laga, dan Ivan Leko ditunjuk sebagai penggantinya, meski mendapat reaksi negatif dari klub Gent.
Noni Madueke menjadi bintang dalam pertandingan tersebut. Ia membuka keunggulan Arsenal dengan tendangan dari luar kotak penalti yang spektakuler ke sudut atas gawang.
Madueke mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran, terbanyak di lapangan. Menurut data Opta, sejak musim lalu hanya PSV yang mencetak lebih banyak gol dari jarak jauh dibanding Arsenal yang sudah mencetak delapan gol.
Pertahanan Arsenal juga tampil solid dengan 11 tekel berhasil, termasuk kontribusi besar dari Piero Hincapie dan Christian Norgaard yang masing-masing mencetak tiga tekel. Ini membantu Arsenal menjaga keunggulan hingga turun minum.
Di babak kedua, kerja sama Madueke dengan Martin Zubimendi menghasilkan gol kedua Arsenal. Zubimendi tercatat menciptakan enam peluang, paling banyak di laga tersebut.
Gabriel Martinelli menambah gol pada menit ke-55, sekaligus mencatatkan rekor sebagai pemain Arsenal pertama yang mencetak gol dalam lima pertandingan berturut-turut di Liga Champions. Hal ini menegaskan produktivitasnya yang meningkat.
Berikut ringkasan kunci performa Arsenal dan Club Brugge dalam pertandingan ini:
1. Arsenal: 14 kali menang dari 16 laga UCL saat memimpin di babak pertama sejak Maret 2017.
2. Madueke: 3 tembakan tepat sasaran, gol spektakuler dari luar kotak.
3. Zubimendi: 6 peluang tercipta, 2 assist.
4. Martinelli: 5 gol beruntun di Liga Champions.
5. Club Brugge: 18 tembakan, 7 tepat sasaran, tetapi gagal maksimal memanfaatkan peluang.
6. Kepemilikan bola hampir seimbang: Arsenal 52%, Brugge 48%.
Meskipun Club Brugge unggul dalam jumlah umpan akurat (421 berbanding 419), Arsenal mampu memaksimalkan peluang dengan efektif. Ini menunjukkan bagaimana ketajaman lini depan dan disiplin pertahanan Arsenal menjadi pembeda utama.
Penampilan pengganti Gabriel Jesus juga menyita perhatian. Ia berhasil melepas dua tembakan tepat sasaran dan hampir mencetak gol setelah lama absen karena cedera.
Secara keseluruhan, Arsenal berhasil memecah pertahanan defensif Club Brugge yang sedang dalam kondisi tidak stabil. Tim ibu kota London Utara ini semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai pemimpin grup di Liga Champions musim ini.





