
Paris Saint-Germain (PSG) gagal lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions dan harus melalui babak play-off. Pelatih PSG, Luis Enrique, menyatakan timnya dengan senang hati menempuh "rute panjang" tersebut meski ada anggapan bahwa hal itu merupakan kegagalan.
Luis Enrique menilai lawan-lawannya di fase grup sangat tangguh, sehingga pengalaman menghadapi tim kuat di Liga Champions sangat mempersiapkan PSG untuk babak play-off. Ia mengatakan, "Jika ada tim yang siap menghadapi babak play-off dan siapa pun lawannya, itu adalah kami – melihat tim yang kami hadapi, itu sangat berat."
PSG menyelesaikan fase grup dengan hasil imbang 1-1 melawan Newcastle United. Mereka kini berada di posisi ke-11 klasemen grup dengan 14 poin, tertinggal 10 poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen. Meskipun ini bukan hasil ideal, Luis Enrique tetap optimistis tentang peluang PSG.
Berikut beberapa poin penting terkait perjalanan PSG di fase grup Liga Champions:
- PSG menghadapi delapan tim, sebagian besar merupakan klub besar dari liga top Eropa.
- Hanya satu lawan, Sporting Portugal, berasal dari luar empat liga terbesar Eropa.
- PSG memulai dengan tiga kemenangan beruntun, lalu hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir.
- Pada laga terakhir melawan Newcastle, Vitinha sempat membawa PSG unggul, namun Joe Willock menyamakan kedudukan sebelum turun minum.
Luis Enrique juga menegaskan kesiapan PSG menghadapi babak play-off yang akan digelar pada Februari mendatang. Ia menyatakan, "Kami tahu kemungkinan harus melewati babak play-off. Kami harus melalui rute panjang, tapi saya tidak menganggap tim lain lebih difavoritkan daripada kami."
PSG sebelumnya sempat melewati babak play-off pada musim lalu sebelum akhirnya menjadi juara dengan mengalahkan Inter Milan 5-0 di final. Rute panjang tersebut ternyata membawa hasil yang gemilang bagi klub asal Prancis itu.
Proyeksi Babak Play-Off
PSG dan Newcastle akan mengetahui lawan mereka di babak play-off saat undian pada Jumat nanti. Dua calon lawan yaitu Monaco dan Qarabag, yang menempati posisi bawah klasemen grup. Newcastle yang berada di posisi sembilan Liga Inggris siap menghadapi tuntutan bertanding hingga delapan pertandingan di Februari.
Pelatih Newcastle, Eddie Howe, menilai hasil imbang dengan PSG sebagai ujian berat yang memperkuat mental timnya. Ia mengatakan, "Ini adalah ujian nyata menghadapi tim juara yang sangat termotivasi. Kami memang tidak ingin tambahan pertandingan, tapi kami siap menghadapi rute ini."
Howe juga menegaskan bahwa meski Newcastle gagal lolos langsung, semangat tim tetap tinggi. "Kami beri segalanya untuk finis di delapan besar tapi tidak berhasil, jadi kami harus ambil rute lain."
Pengalaman menghadapi juara bertahan Liga Champions seperti PSG diharapkan menjadi modal berharga bagi Newcastle dalam lanjutan kompetisi Eropa. Sementara PSG tetap menyimpan harapan besar untuk meraih gelar juara dengan menempuh rute panjang yang lebih menantang.





