
Jose Mourinho, pelatih Benfica, mengonfirmasi tidak ada masalah dengan pemain Real Madrid, Dean Huijsen, setelah pertandingan Liga Champions. Ia mengetahui bahwa Antoliy Trubin, kiper Benfica, mampu mencetak gol penentu kemenangan.
Mourinho terlihat berbicara dengan Huijsen setelah merayakan kemenangan 4-2 Benfica. “Dean pernah menjadi pemain saya di Roma. Kami berteman dekat, keluarga kami saling mengenal,” ujarnya dalam konferensi pers.
Pelatih asal Portugal itu juga menegaskan, “Dean kecewa, tapi saya bilang mereka beruntung hanya kalah dua gol. Seharusnya bisa lebih banyak.” Peran Trubin sangat krusial dalam memastikan Benfica melaju ke babak 16 besar play-off dengan golnya.
Mourinho mengaku ini pengalaman pertama baginya di sepak bola meskipun biasanya hal seperti ini sudah pernah terjadi. “Kami tahu Trubin bisa melakukan itu. Beberapa minggu lalu, saat kalah di Porto, dia juga mencetak gol di menit terakhir,” katanya.
Menurut Mourinho, gol Trubin sangat istimewa karena kualitas umpan yang diterima. “Kamu harus menempatkan bola dengan tepat untuk bisa memaksimalkan peluang seperti ini,” jelasnya.
Pelatih yang dijuluki The Special One ini juga menyebutkan bahwa saat mengganti pemain Ivanovic dan Antonio Silva, ia yakin keberhasilan lolos sudah di tangan. Namun, situasi berubah ketika tim membutuhkan satu gol tambahan.
“Saya sudah tidak bisa melakukan pergantian lagi, tapi kami beruntung mendapat tendangan bebas dan Trubin maju untuk mencetak gol,” ungkap Mourinho. Hal ini menegaskan kepercayaan tinggi tim kepada kemampuan sang kiper dalam situasi genting.
Dengan kemenangan ini, Benfica memastikan langkah mereka ke ronde playoff Liga Champions. Mourinho pun menunjukkan kematangan dan kesiapan timnya menghadapi berbagai dinamika pertandingan.
Interaksi positif Mourinho dengan Huijsen juga menunjukkan profesionalisme tinggi meski mereka saling berhadapan. Sikap ini penting dalam menjaga sportivitas dan hubungan baik antar pemain di level internasional.





