Howe Kecewa Wasit Saat Newcastle Ditahan Imbang PSG dalam Pertandingan Sengit

Eddie Howe, manajer Newcastle United, menyatakan rasa frustrasinya setelah timnya ditahan imbang 1-1 oleh PSG dalam pertandingan Liga Champions. Newcastle sejatinya menunjukkan performa kuat dengan Joe Willock yang mampu menyamakan kedudukan setelah Vitinha membuka skor untuk PSG.

Penjaga gawang Newcastle, Nick Pope, tampil impresif dengan menggagalkan eksekusi penalti Ousmane Dembele akibat hand-ball yang dilakukan Lewis Miley. Namun, Howe sangat kesal dengan keputusan wasit yang dianggap tidak konsisten, khususnya terkait insiden hand-ball Marquinhos yang luput dari pengamatan.

Howe secara gamblang mengungkapkan bahwa keputusan penalti yang kedua, yang tak diberikan untuk Newcastle, menjadi sumber frustrasi utama. Menurutnya, jika penalti diberikan untuk PSG, seharusnya keputusan yang sama juga berlaku untuk mereka karena kejadian serupa dalam pertandingan.

“Menurut saya, bola mengenai lengan pemain lawan terlebih dahulu dan tindakan Lewis Miley tidak disengaja meski lengannya sedikit terangkat,” ujar Howe, yang menegaskan pentingnya konsistensi dalam keputusan wasit. Ia juga memuji mentalitas tim yang tetap fokus pada permainan meskipun ada keputusan kontroversial tersebut.

Howe menilai hasil imbang ini menunjukkan semangat juang dan kualitas skuad Newcastle dalam menghadapi tekanan. Ia menambahkan bahwa penalti yang diberikan kepada PSG adalah keputusan yang sangat berat bagi timnya namun berhasil mereka atasi dengan baik.

Selanjutnya, Newcastle akan menghadapi babak play-off melawan pemenang antara Monaco dan Qarabag. Howe mengaku ingin segera menyelesaikan babak penyisihan tanpa harus menjalani pertandingan tambahan, tetapi ia tetap optimis dengan kinerja timnya terhadap juara bertahan tersebut.

Berikut hal penting terkait pertandingan Newcastle vs PSG:
1. Vitinha membuka skor untuk PSG terlebih dahulu.
2. Joe Willock menyamakan kedudukan untuk Newcastle.
3. Nick Pope menggagalkan penalti untuk PSG.
4. Keputusan wasit dianggap tidak konsisten pada insiden hand-ball Marquinhos.
5. Newcastle maju ke babak play-off menghadapi Monaco atau Qarabag.

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa Newcastle mampu bersaing ketat meskipun menghadapi salah satu klub tersukses Eropa. Howe dan para pemain berharap dapat memanfaatkan momentum positif tersebut untuk babak selanjutnya di Liga Champions.

Berita Terkait

Back to top button