Galatasaray Hajar Juventus di Laga Pembuka Play-off Liga Champions dengan Skor Telak

Galatasaray berhasil melumat Juventus dalam pertandingan leg pertama play-off Liga Champions yang berlangsung di RAMS Park. Tim tuan rumah tampil dominan sejak awal dan mengakhiri laga dengan kemenangan telak 5-2 atas klub asal Serie A tersebut.

Juventus datang dengan catatan kurang meyakinkan, tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Sementara Galatasaray, yang tak terkalahkan dalam delapan laga kandang terakhir, membawa modal percaya diri tinggi menghadapi ‘Old Lady’.

Performa Awal dan Gol Pembuka

Galatasaray membuat Juventus keteteran dengan tiga percobaan di 10 menit awal. Gol pembuka lahir dari kesalahan Juventus yang gagal menghalau bola, dimanfaatkan oleh Gabriel Sara untuk membawa tim Turki unggul. Sara mencatatkan dirinya sebagai pemain Brasil pertama yang mencetak gol knockout Liga Champions bagi Galatasaray sejak Jardel.

Juventus tak butuh waktu lama untuk membalas lewat Teun Koopmeiners, yang berhasil memasukkan bola ke gawang kosong selepas penyelamatan gemilang kiper Ugurcan Cakir. Koopmeiners mencetak dua gol pada babak pertama, menandai gol pertamanya di Liga Champions.

Tekanan Konstan Galatasaray

Di sisa babak pertama, Galatasaray terus menekan Juventus dengan total 13 tembakan, terbanyak yang dihadapi Juventus dalam babak pertama knockout Liga Champions sejak semifinal musim 2014/15 menghadapi Real Madrid. Namun, tanggapan disiplin dari lini belakang Juventus, terutama Lloyd Kelly dan Andrea Cambiaso, mampu membendung serangan habis-habisan tim tuan rumah.

Meski demikian, penguasaan bola Juventus hanya sekitar 38,2%, jauh di bawah 61,8% milik Galatasaray. Juventus juga hanya berhasil melakukan tujuh tembakan berbanding dua puluh dua milik Galatasaray.

Babak Kedua dan Kartu Merah Juve

Memasuki babak kedua, momentum berpindah jelas ke Galatasaray setelah Noa Lang menyamakan skor dengan kecepatan tinggi di kotak penalti Juventus. Lang menambah gol keduanya untuk memastikan kemenangan besar timnya. Davinson Sanchez juga mencetak gol setelah menyambut tendangan bebas Gabriel Sara dengan sundulan.

Situasi makin sulit buat Juventus ketika Juan Cabal, yang baru masuk di babak kedua, mendapatkan kartu merah hanya 21 menit setelah masuk. Ini membuat Juventus bermain dengan 10 pemain dan semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan.

Statistik dan Catatan Penting

Juventus kini mencatatkan rekor baru kebobolan lima gol dalam satu pertandingan Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Catatan kartu merah juga memperlihatkan Juventus sebagai klub dengan paling banyak kartu merah yang didapat oleh pemain pengganti di kompetisi ini, yakni empat kali.

Adapun performa individu Noa Lang yang hanya membutuhkan lima sentuhan di kotak penalti Juventus untuk mencetak dua gol menjadi sorotan. Sementara striker Juventus Victor Osimhen, dengan sepuluh sentuhan di kotak penalti lawan, gagal mencetak gol.

Fakta Menarik

  1. Galatasaray tak pernah kalah dalam delapan pertandingan kandang terakhir di semua kompetisi.
  2. Juventus hanya menang satu dari delapan laga tandang terakhir di Liga Champions.
  3. Juventus baru dua kali tertinggal terlebih dahulu tapi dapat memimpin babak pertama di Liga Champions.
  4. Galatasaray belum pernah menang dalam 21 pertandingan yang mereka tertinggal saat babak pertama Liga Champions (D3 L18).
  5. Gabriel Sara menjadi pemain Brasil pertama yang mencetak gol di fase knockout Liga Champions untuk Galatasaray sejak tahun 2000-an.

Kemenangan ini menegaskan Galatasaray sebagai kekuatan yang sulit dipandang sebelah mata di Liga Champions musim ini. Juventus harus berbenah total jika ingin membalikkan keadaan saat leg kedua nanti. Peluang Juventus untuk melaju semakin berat mengingat performa mereka yang kurang maksimal dan persoalan disiplin pemain.

Berita Terkait

Back to top button