Kerugian Juventus Mencapai 2,5 Juta Euro di Paruh Pertama Tahun Fiskal

Juventus melaporkan kerugian bersih sebesar 2,5 juta euro pada paruh pertama tahun fiskal. Angka ini menurun drastis dibandingkan dengan keuntungan 16,9 juta euro pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Klub yang berbasis di Turin ini juga memperkirakan hasil bersih dan arus kas operasi akan tetap negatif hingga akhir tahun fiskal bulan Juni. Pendapatan Juventus turun hampir 11 persen menjadi 260,6 juta euro sejak Juli hingga Desember, terutama akibat melemahnya pendapatan dari siaran dan penjualan tiket.

Penurunan pendapatan juga dipengaruhi oleh penurunan pendapatan dari hak pendaftaran pemain, meskipun sebagian diimbangi oleh peningkatan pendapatan sponsor. Juventus menghadapi tekanan finansial setelah bertahun-tahun mendominasi sepak bola Italia hingga tahun 2020.

Krisis keuangan ini juga diperparah oleh skandal akuntansi terkait transaksi pemain dan pembayaran gaji. Skandal tersebut berujung pada larangan Juventus mengikuti kompetisi Eropa pada musim 2023/24.

Pada bulan Oktober, klub menunjuk Luciano Spalletti sebagai pelatih kepala hingga akhir musim. Penunjukan ini diharapkan dapat mendorong kinerja tim baik di dalam maupun luar lapangan.

Berikut ringkasan kondisi keuangan Juventus pada paruh tahun fiskal terakhir:

1. Kerugian bersih sebesar 2,5 juta euro
2. Pendapatan turun hampir 11% menjadi 260,6 juta euro
3. Penurunan pendapatan disebabkan oleh melemahnya siaran dan penjualan tiket
4. Penurunan pendapatan hak pendaftaran pemain
5. Pendapatan sponsor mengalami peningkatan

Situasi ini menunjukkan tantangan besar yang harus dihadapi Juventus dalam mengelola keuangannya. Klub harus mencari strategi baru untuk meningkatkan pendapatan dan memulihkan kondisi finansial mereka.

Berita Terkait

Back to top button