
Pelatih Benfica, Jose Mourinho, menegaskan bahwa karier Gianluca Prestianni di bawah asuhannya akan berakhir jika pemain muda tersebut terbukti bersalah dalam kasus tuduhan rasial. Pernyataan ini disampaikan Mourinho sebagai respons atas kontroversi yang melibatkan Prestianni dalam insiden di Liga Champions akhir Februari lalu.
Vinicius Junior, pemain Real Madrid, menuduh Prestianni melakukan pelecehan rasial saat kedua tim bertemu dalam pertandingan play-off di Lisbon. Saat ini, UEFA tengah melakukan penyelidikan atas tuduhan tersebut dan Prestianni sementara dilarang bermain di leg kedua pertandingan tersebut.
Ancaman Sanksi Berat Jika Terbukti Bersalah
Mourinho menegaskan bahwa jika fakta menunjukkan Prestianni melanggar prinsip anti-rasisme yang dijunjung klub dan dirinya, maka hubungannya dengan pemain tersebut akan berhenti secara permanen. "Jika, dan kata ini saya ulangi berkali-kali, terbukti bahwa pemain saya tidak menghormati prinsip-prinsip yang saya dan Benfica pegang, kariernya di sini akan selesai," ujar Mourinho kepada awak media.
Kontroversi ini berlanjut karena Mourinho sempat dikritik akibat pernyataannya yang dianggap menyalahkan Vinicius atas insiden tersebut, terkait dengan selebrasi gol tariannya pada leg pertama. Namun, Mourinho menegaskan pentingnya prinsip praduga tak bersalah dalam kasus ini.
Praduga Tak Bersalah dan Sikap Mourinho
Mourinho menekankan bahwa setiap orang memiliki hak atas praduga tak bersalah sampai sebaliknya dibuktikan. "Praduga tidak bersalah adalah sebuah hak," jelasnya. Ia menambahkan, "Jika pemain itu benar-benar bersalah, saya tidak akan pernah memandangnya sama lagi, dan itu adalah titik akhir bagi saya, tapi saya harus menempatkan banyak ‘jika’ di depan hal ini."
Sanksi yang mungkin dijatuhkan UEFA terhadap Prestianni bisa berupa larangan bermain minimal 10 pertandingan jika tuduhan tindakan rasisme terbukti. Keputusan ini nantinya akan menentukan nasib pemain muda tersebut di Benfica dan kariernya selanjutnya bersama Mourinho.





