Tottenham Hotspur dijatuhi sanksi denda sebesar £26.212 oleh UEFA akibat perilaku buruk sejumlah suporter yang melakukan salam Nazi saat pertandingan melawan Eintracht Frankfurt bulan lalu. Selain denda, klub asal London itu juga melarang penjualan tiket kepada suporter tandang untuk satu pertandingan UEFA, dengan masa percobaan selama satu tahun.
Klub telah melarang secara permanen tiga suporter yang terbukti melakukan tindakan tersebut. Tottenham menyatakan telah berkoordinasi penuh dengan UEFA, kepolisian Jerman, dan kepolisian Metropolitan London untuk mengusut insiden ini secara tuntas.
Tindakan Klub terhadap Suporter
Tottenham menegaskan bahwa mereka tidak mentolerir segala bentuk diskriminasi. Dalam pernyataannya, klub menyebut perilaku tersebut sangat menjijikkan dan tidak mencerminkan nilai-nilai klub maupun mayoritas pendukungnya. Ketiga suporter yang melakukan salam Nazi langsung mendapatkan larangan masuk stadion tanpa batas waktu sesuai kebijakan sanksi klub.
Sanksi Tambahan dan Upaya Pencegahan
Selain denda utama, Tottenham juga harus membayar denda tambahan sebesar £1.966 atau sekitar 2.250 euro terkait benda-benda yang dilemparkan oleh pendukung mereka. Insiden ini menambah daftar kasus yang tengah dihadapi klub dalam upaya menjaga reputasi dan disiplin suporter.
Kasus ini mirip dengan insiden yang menimpa Real Madrid sebelumnya, ketika seorang suporter mereka diduga melakukan salam Nazi sebelum pertandingan Liga Champions melawan Benfica. Situasi ini menyoroti perlunya pengawasan lebih ketat terhadap perilaku suporter selama pertandingan.
Tottenham kini berkomitmen memperkuat pengawasan dan edukasi untuk mencegah pelanggaran serupa, termasuk larangan penjualan tiket bagi pendukung yang menimbulkan masalah. Klub berharap langkah tegas ini dapat menjaga citra dan menciptakan lingkungan stadion yang aman dan inklusif bagi semua penggemar sepak bola.
