
Liam Rosenior menegaskan bahwa huddle prapertandingan Chelsea bukanlah upaya untuk mengintimidasi lawan. Ia juga enggan mengonfirmasi apakah ritual itu akan tetap dilakukan sebelum laga kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Stamford Bridge.
Insiden aneh sempat terjadi saat Chelsea kalah 0-1 dari Newcastle. Wasit Paul Tierney tiba-tiba berada di tengah huddle pemain Chelsea tepat sebelum kick-off pertandingan. Ritual berkumpul di tengah lapangan ini memang memicu kritik, dengan beberapa pakar menganggapnya sebagai tindakan tidak menghormati lawan.
Rosenior menilai kontroversi itu dilebih-lebihkan media dan tidak perlu jadi fokus utama. Ia menegaskan bahwa tujuan huddle adalah menunjukkan semangat kesatuan dan kebersamaan tim, bukan untuk menimbulkan gesekan.
“Saya pikir ini dibesar-besarkan. Ini hal kecil di antara banyak masalah serius yang harus kami hadapi, seperti pertandingan besar melawan PSG,” ujar Rosenior dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa keputusan terkait lokasi pelaksanaan huddle akan diputuskan menjelang pertandingan.
Selain itu, Rosenior mengungkapkan ia akan bertemu dengan organisasi wasit PGMOL pekan ini untuk membahas beberapa keputusan wasit yang dinilai merugikan Chelsea. Menurutnya, media terlalu mengalihkan perhatian pada perkara huddle sehingga bisa mengganggu fokus tim.
Rosenior menegaskan bahwa skuat Chelsea ingin tetap menjaga persatuan tanpa memancing reaksi negatif. “Kami tahu kami harus tampil sempurna di pertandingan besar esok hari,” kata dia.
Masalah lain yang membayangi Chelsea adalah kemungkinan absennya kapten Reece James. Pemain berusia 26 tahun ini mengalami cedera hamstring saat pertandingan melawan Newcastle. James baru saja meneken kontrak enam tahun namun diprediksi menepi selama beberapa minggu ke depan.
Malo Gusto juga berpotensi absen karena sakit. Rosenior menjelaskan kondisi James dengan harapan mendapatkan hasil pemeriksaan medis yang jelas. Ia mengakui pentingnya peran James sebagai pemimpin di lapangan.
Chelsea kini menghadapi tugas berat melakukan comeback setelah tertinggal agregat 5-2 atas PSG. Tim besutan Rosenior berusaha menunjukkan solidaritas dan fokus menghadapi tantangan besar di laga berikutnya.





