
Paris Saint-Germain (PSG) mengajukan permintaan penundaan laga melawan Lens yang dijadwalkan pada 11 April. Penundaan ini dimaksudkan agar PSG memiliki waktu persiapan lebih menjelang pertandingan Liga Champions melawan Liverpool.
Namun, Lens menolak permintaan tersebut dan menegaskan bahwa mereka tidak ingin tanggal pertandingan diubah. Klub asal utara Prancis itu mengkritik sikap yang dianggapnya mengorbankan integritas kompetisi domestik demi kepentingan klub-klub besar Eropa.
PSG akan menjamu Liverpool pada 8 April di Parc des Princes. Laga tandang ke Anfield dijadwalkan tiga hari setelah itu. Sementara itu, Lens seharusnya menghadapi PSG pada 11 April.
Liverpool juga menghadapi pertandingan penting Premier League melawan Fulham pada tanggal yang sama, sehingga jadwal kompetisi menjadi sangat padat. Liga Prancis atau Ligue de Football Professionnel (LFP) sudah mengonfirmasi permintaan resmi penundaan dari PSG.
Namun, Lens menyatakan keberatan mereka dalam sebuah pernyataan resmi. Mereka menganggap penundaan hanya akan menjadikan liga Prancis sebagai “variabel penyesuaian” untuk kepentingan klub-klub besar Eropa.
Lens menambahkan, “Ini bukan hanya tentang pertandingan ini saja, tetapi soal penghormatan terhadap kompetisi secara keseluruhan.” Mereka menilai liga domestik harus diprioritaskan tanpa mengorbankan fairness antara klub.
Selain PSG, klub Strasbourg juga mengajukan permintaan serupa untuk menunda laga melawan Brest. Strasbourg ingin fokus mempersiapkan diri menghadapi babak perempat final Europa Conference League melawan Mainz.
PSG sebelumnya sudah mendapatkan penundaan untuk laga Ligue 1 melawan Nantes saat babak 16 besar Liga Champions melawan Chelsea. Penundaan itu memberi mereka lima hari istirahat sebelum leg kedua.
Seorang sumber dekat PSG mengatakan, “Setiap perubahan jadwal sepenuhnya wewenang otoritas sepak bola Prancis dan harus sesuai aturan serta prinsip keadilan antar klub.” PSG dan Strasbourg ingin menunda laga agar dapat persiapan optimal untuk laga krusial musim ini.
Permintaan penundaan ini memicu perdebatan di kalangan pengamat dan penggemar mengenai keseimbangan antara kompetisi domestik dan ambisi klub-klub Eropa yang berlaga di panggung internasional. Liga Prancis kini harus mengambil sikap tegas demi menjaga integritas kompetisi.





