
Samuel Umtiti mengungkapkan bahwa rasa kesepian dan depresi yang dialaminya menghancurkan mentalnya pasca cedera lutut yang dialami setelah keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia. Bek asal Prancis ini mengalami penurunan kondisi mental yang signifikan hingga merasa berada di titik terendah setelah puncak kariernya di turnamen dunia tersebut.
Umtiti merupakan pemain kunci dalam skuad Prancis yang berhasil keluar sebagai juara di Rusia dengan ikut tampil di hampir seluruh pertandingan. Dia bahkan mencetak gol kemenangan di semifinal melawan Belgia, sebelum membantu timnya mengalahkan Kroasia di final dengan skor 4-2. Namun, cedera lutut yang sudah diderita sebelum Piala Dunia terus menjadi masalah serius dalam kariernya.
Pengaruh Cedera dan Kesepian
Cedera tulang rawan di lutut yang dialami Umtiti sejak akhir musim bersama Barcelona membuatnya memilih untuk tidak menjalani operasi demi tetap bisa tampil di Piala Dunia. Meski begitu, masalah kronis pada lututnya terus berlanjut setelah turnamen sehingga berpengaruh besar terhadap performa dan kesehatannya. Umtiti pun sulit mendapatkan waktu bermain reguler di Barcelona, hanya memulai kurang dari 18 pertandingan per musim selama masa terakhirnya di klub tersebut.
Dalam sebuah dokumenter berjudul Diving Heads, Umtiti mengungkapkan bahwa kritik dari publik dan kesendirian yang dirasakan membuatnya terpuruk. Ia mengaku mengalami “bouts of depression” dan mental yang sangat terdampak. Dia sempat tidak keluar rumah selama berminggu-minggu karena tekanan tersebut.
Upaya Pemulihan dan Ketidakpahaman Publik
Umtiti menegaskan bahwa meski terlihat diam di media sosial, dia bekerja keras berlatih dua hingga tiga kali sehari dengan program persiapan khusus. Namun, banyak orang salah paham dan mengira ia malas atau tidak peduli. “Uang bukanlah motivasi saya, saya hanya ingin bermain sepakbola,” katanya.
Selain latihan intensif, Umtiti juga melakukan perubahan pola makan untuk mengurangi peradangan lutut. Ia menjalani terapi injeksi plasma kaya trombosit dan beberapa kali operasi lutut guna memperbaiki kondisi tersebut. Meski sudah berupaya keras, lututnya tetap sering mengalami pembengkakan dan membuatnya sulit tampil optimal.
Perjalanan Karier Pasca Barcelona
Umtiti diputus kontrak oleh Barcelona tiga tahun lebih awal pada bulan Agustus setelah hanya tampil 50 kali pasca Piala Dunia. Dia sempat dipinjamkan ke Lecce di Italia dan bergabung dengan Lille secara gratis. Sayangnya, hanya sedikit kesempatan bermain yang didapat di klub baru tersebut, dengan total penampilan terbatas.
Pada bulan September, Umtiti resmi mengumumkan pensiun dari sepakbola profesional. Tim nasional Prancis pun memberikan penghormatan kepadanya sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan perjuangannya di lapangan hijau. Dokumenter Diving Heads juga menampilkan kisah dari sejumlah rekan setimnya yang menghadapi masa sulit dalam karier dan kehidupan pribadi.
Samuel Umtiti membagikan kisah perjuangan mental dan fisiknya sebagai pelajaran penting tentang dampak cedera serius bagi atlet profesional. Tren pemulihan dari cedera tidak hanya menuntut kesabaran fisik, tetapi juga kekuatan mental yang besar di tengah tekanan tinggi dari publik dan media.





