
Thibaut Courtois menyerukan agar para suporter menghormati pemain sepak bola setelah rekannya di Real Madrid, Vinicius Junior, menjadi sasaran pelecehan dari pendukung Athletic Club. Insiden terjadi saat laga di San Mames, di mana Real Madrid berhasil menang 3-0 atas Athletic.
Vinicius mendapatkan serangan verbal dari sebagian suporter tuan rumah di Bilbao. Merespons pelecehan tersebut, Vinicius menunjukkan gestur “tiga gol” sebagai tanda kemenangan timnya.
Kemenangan Real Madrid ini semakin memperketat persaingan di papan atas La Liga. Gol-gol dari Kylian Mbappe dan Eduardo Camavinga membawa tim asuhan Xabi Alonso mendekati pemuncak klasemen, Barcelona, dengan selisih satu poin.
Courtois menegaskan bahwa penggemar harus memahami batas yang tidak boleh dilampaui ketika memberikan dukungan atau kritik. Ia mengingatkan kembali kasus pelecehan yang dialami Ronald Araujo dari Barcelona setelah kartu merahnya pada laga melawan Chelsea.
“Kita semua manusia, bukan mesin. Lihat apa yang terjadi pada Araujo,” ujar Courtois. “Pelecehan yang diterimanya di media sosial adalah contoh mengerikan dari apa yang harus dihindari.”
Penjaga gawang asal Belgia itu mengakui bahwa ejekan dan canda dalam pertandingan adalah hal yang wajar. Namun, ia menegaskan bahwa ejekan tersebut tidak seharusnya berubah menjadi penghinaan yang merendahkan.
Menurut Courtois, suasana pertandingan akan lebih baik jika para penggemar menunjukkan sikap hormat kepada pemain. Ia berharap insiden pelecehan rasial dan verbal bisa segera berakhir dan tidak terulang kembali.
Kasus pelecehan terhadap Vinicius sebelumnya telah menimbulkan tindakan hukum. Lima orang mendapatkan hukuman penjara dengan masa percobaan karena ungkapan rasial terhadap pemain asal Brasil itu di tahun sebelumnya.
Penting bagi semua pihak untuk menjaga etika dan sportivitas dalam sepak bola. Penghormatan kepada semua pemain harus ditegakkan demi menciptakan lingkungan kompetisi yang sehat dan menyenangkan bagi seluruh penggemar dan pelaku pertandingan.





