
Pelatih kiper Talavera, Gonzalez, mengungkapkan bahwa Real Madrid terpaksa mengandalkan umpan panjang dan bertahan di wilayah mereka sendiri selama pertandingan yang berakhir 3-2 bagi Madrid di kandang Talavera. Menurutnya, strategi tersebut mencerminkan tekanan yang diberikan oleh Talavera sepanjang pertandingan.
Gonzalez kepada EFE mengatakan bahwa para suporter sepatutnya bangga dengan penampilan timnya yang mampu mengimbangi klub sebesar Real Madrid. Ia menilai, walau situasi sempat sulit saat skor 0-2 di babak pertama, Talavera berhasil bangkit dan hampir menyamakan lewat sundulan Gonzalo Di Renzo yang berhasil ditepis kiper Madrid, Andriy Lunin, dengan tangan yang ia sebut “spektakuler.”
Tekanan yang Diberikan Talavera
Gonzalez menegaskan bahwa pada akhir pertandingan, Real Madrid lebih banyak “membuang waktu” dengan memainkan bola-bola jauh dan “berkemah” di area pertahanan mereka sendiri. Ia menyebutkan pengalaman ini sebagai sesuatu yang “tidak bisa dipercaya.” Sebagai penjaga gawang, ia merasakan kesulitan mengantisipasi gaya permainan Madrid yang tidak seperti biasanya.
Penjaga gawang Talavera juga menyinggung kesalahan pribadinya pada gol ketiga Madrid yang membuatnya kecewa. “Bola memantul dengan buruk dan saya tidak bisa menyelamatkannya,” ujarnya. Meski begitu, ia merasa didukung oleh pemain top Madrid seperti Kylian Mbappé dan Jude Bellingham yang memberikan semangat setelah kesalahan itu.
Performa Talavera yang Mengagumkan
- Talavera memaksimalkan tekanan sehingga memaksa Madrid bermain defensif.
- Mengubah pola permainan Madrid menjadi mengandalkan umpan jauh dari belakang.
- Nyaris menyamakan skor dengan peluang matang yang digagalkan kiper lawan.
- Menunjukkan semangat tinggi walau menghadapi tekanan tim besar.
- Mendapat dukungan moral dari pemain lawan usai melakukan kesalahan.
Gonzalez mengingat pertandingan ini sebagai pengalaman berharga yang menunjukkan bahwa Talavera mampu bertarung ketat melawan salah satu klub terbesar dunia dengan kekuatan mental dan taktik bertahan yang efektif. Real Madrid, menurutnya, tidak punya banyak pilihan selain bermain dengan cara yang tidak biasa selama pertandingan tersebut.





