Jorge Valdano menilai kepergian Luka Modric dari Real Madrid sangat mempengaruhi peluang keberhasilan Xabi Alonso sebagai pelatih. Valdano menyebut Xabi tidak pernah mendapatkan dukungan penuh dari klub sejak awal masa jabatannya.
Menurut Valdano, ketidakstabilan Xabi sudah terlihat sejak hari pertama karena kurangnya dukungan dari manajemen. Florentino Pérez bahkan tidak menyebut nama Xabi dalam pidato Natalnya, yang menjadi tanda jelas minimnya kepercayaan klub kepada sang pelatih.
Dampak Kepergian Modric bagi Xabi Alonso
Valdano menekankan bahwa kehilangan Modric, yang pindah ke AC Milan, membuat situasi Xabi semakin sulit. Modric yang berperan sebagai pengatur permainan dan pemimpin di lapangan, tidak tergantikan dengan mudah oleh pemain lain.
Selain itu, Xabi juga harus menghadapi berbagai masalah cedera di skuadnya sepanjang musim. Valdano menyatakan, "Tim kehilangan sosok strategis dan pemimpin di lini tengah saat Modric pergi."
Pengaruh Leadership di Tengah Lapangan
Valdano menegaskan posisi pengendali lini tengah sangat vital untuk kesuksesan sebuah tim. Ketika seorang gelandang seperti Modric pergi, otomatis kehilangan pengaruh besar dalam mengarahkan permainan dan menyatukan tim di lapangan.
Hal ini secara tidak langsung membuat peran Xabi sebagai pelatih makin berat, terutama ketika klub tidak memberikan dukungan maksimal. Situasi ini memperlihatkan betapa pentingnya keseimbangan antara peran pemain kunci dan dukungan manajemen untuk mencapai hasil positif.
Valdano menyoroti bahwa tanpa adanya pemimpin di tengah lapangan, Real Madrid sulit mempertahankan konsistensi dan prestasi di berbagai kompetisi. Kepergian Modric merupakan salah satu faktor utama yang melemahkan kekuatan skuad di bawah arahan Xabi Alonso.
